RM Muara Kapuas : Ketika Sungai dan Laut Bertemu
January 14, 2009 at 3:50 pm | In Kuliner, Tarian Jemari | 1 CommentTags: RM Muara Kapuas
3 Januari 2009, saya berkesempatan makan siang di RM Kapuas, sekaligus silaturahmi informal dengan penerima beasiswa KaGeoGama CPI dan dosen TGL UGM. Silaturahmi ini dihadiri oleh 8 orang mahasiswa/ i penerima beasiswa, 3 orang dosen + keluarga dan 2 orang alumni + keluarga, saya salah satu yang mewakili alumni KaGeoGama CPI.
Acara di mulai pukul setengah 12, mundur setengah jam jadual karena tempat yang dibooking masih dipakai orang lain. Mas Udin membuka acara sekaligus jadi moderator. Pada saat membuka, beliau berkata, acara ini sebagai ungkapan syukur dari Kakak-kakak alumni yang sudah berhasil menyelengarakan program beasiswa buat adik-adik yang masih kuliah dan sekaligus bersilaturahmi secara langsung.
Mas Gus Hend, kemudian dipersilahkan untuk memberikan sambutan dan wejangan kepada adik-adik penerima beasiswa. Mas Gus Hend memberitahu kepada adik-adik mahasiswa, kalau program beasiswa KaGeoGama CPI sudah lama direncanakan, dan baru terlaksana setelah satu tahun kemudian.
Acara kemudian dilanjutkan dengan makan siang, salah satu menu makan siangnya ingkung [ingkung kok ayam sayur
. Menu lainnya nila goreng, gurame bakar asam manis, wader goreng, sambel2, cha kangkung dsb … pokoknya glek-glek nyaem2.
Ingkung Ayam
Gurami Bakar
Sebelum acara makan dimulai, Mas Agus Susi datang bersamaan dengan Mas Hendra Amijaya. Mas Agus Susi datang terlambat karena memeriksakan istrinya ke RS Bethesda. Acara makan2nya ya seperti biasa…. Anteng.
Menikmati Makan
Selesai makan, dialnjutkan dengan ular-ular lagi, masih dipandu oleh Mas Udin. Pencerita pertama, Mas Agus Susi yang bercerita mengenai latar belakang dari program beasiswa KaGeoGama ini, dan perkembangan di dunia kerja. Adik-adik mahasiswa nampak serius mendengarkan cerita dari Mas Agus Susi dan kemudian secara antusias berdiskusi dengan Mas Agus Susi.
Ular-ular selanjutnya, di sampaikan oleh Mas Hendra Amijaya beliau merasa "risih" melihat IP mahasiswa yang kurang bagus, karena saat ini kompetisi untuk memperoleh pekerjaan setelah lulus sangat ketat dan mensyaratkan IP yang bagus. Menurut beliau, adik-adik mahasiswa harus bersemangat untuk meningkatkan prestasinya, karena perusahaan2 batubara yang baru saja mensyaratkan IP di atas 3. Sebelum ditutup oleh Mas Udin, saya menyampaikan sepatah kata agar adik-adik lebih fight dalam belajar, karena masa saya dan adik-adik mahasiswa sekarang sudah berbeda. Mas Udin kemudian menutup acara [Mudah-mudahan acara seperti ini bisa berlangsung rutin]. Dan dilanjutkan dengan foto bersama
Sampai jumpa dalam silaturahmi penerima beasiswa berikutnya,
Terima kasih kepada Bapak-Bapak dosen berserta keluarga yang sudah berkenan meluangkan waktunya
Terima kasih kepada rekans alumni di CPI yang sudah berkenan di potong gajinya
Terima kasih kepada Cak Min yang turut berpartisipasi dari Madrid
Terimakasih kepada seluruh alumni atas supportnya ..
RM Iga Bakar – Jogja
January 10, 2009 at 7:46 pm | In Kuliner | 6 CommentsTags: RM Iga Bakar
Minggu 28 Desember 2008, saya janjian ketemu dengan Mas Anung, lokasinya di sekitar ring road. Teman saya, Bibien menyarankan untuk bertemu sajah di Jambon Resto, namun menurutku terlalu jauh. Akhirnya saya memutuskan untuk ketemu saja di Warung Iga Bakar jln Kaliurang km 5,5 jam 14.00.
Menikmati Sate Kambing Pak Karto, Pasar Tempel – Sleman
January 10, 2009 at 12:26 pm | In Kuliner | 5 CommentsTags: Sate Kambing Pak Karto
Sate Kambing Pak Karto Jl. Magelang Lumbungharjo Tempel 081328133606 dan Pasar Tempel Sleman
Minggu 4 Januari 2009, saya mengajak anak dan istri saya ke pasar Tempel Sleman. Rencananya saya mengajak Afa – anak saya naik andong dari pasar Tempel ke rumah Turi, sekalian makan siang di sekitar pasar Tempel.
Kami berangkat dari rumah jam setengah 12, dan sampai ke pasar tempel tidak lama sesudahnya, langsung mencari tukang andong yang mangkal di pasar Tempel, kami pesan dia untuk mengantar pulang ke rumah.
Kami kemudian mencari makan siang, ada dua alternatif, makan dengan nasi brongkos warung ijo di bawah jembatan Krasak atau makan sate Pak Karto. Akhirnya kami memutuskan makan sate Pak Karto di dalam pasar Tempel.
Kami segera menuju warung Pak Karto. Warung sate Pak Karto ada dua tempat, satu di pasar tempel, satu lagi di tepi jalan Jogja Magelang km 18. Sesampai di warung, saya memesan tongseng, dan Afa memesan sate. Citarasa tongseng Pak Karto cukup terkenal di seputaran Turi – Tempel, dan merupakan salah satu menu favoritku kalau mudik ke Jogja.
Anak-anak dan Kegiatan Alam Bebas
November 26, 2008 at 9:12 pm | In Acara Keluarga | Leave a CommentAnak-anak dan Kesadaran Identitas
November 24, 2008 at 4:48 pm | In Tarian Jemari | Leave a CommentAnak-anak dan Kesadaran Identitas
Anak saya, Afa, nama lengkapnya Muhammad Natsir Fachruddin Suryatama. Ketika dia sudah bisa menghapal namanya, kami sering nggodain dia, kalau namanya Suryotomo seperti orang Jawa membaca Suryatama, namun dia selalu membantah dan menyebut nama dia Suryatama. Awalnya, kami kira karena dia belum tahu cara membaca “a” nglegena dalam tata bahasa Jawa, seperti ngayogyakarta yang dibaca ngayogyokarto.
Namun, peristiwa beberapa hari lalu, menggugah pikiranku tentang anak saya dan kesadaran identitas yang dia miliki. Ibunya Afa, membelikan dia kaos Valentino Rossi dan Kimi Raikonen, namun sekarang keduanya tidak pernah diapaki lagi, disimpan di lemari mainan dia. Ketika saya tanya kenapa ndak mau pakai lagi, dia menjawab nanti semua orang memanggil Dede’ Rossi, Dede’ tidak mau dipanggil Rossi. Setelah diusut-usut, ternyata ketika dia memakai kaos Rossi, ada yang memanggil dia Rossi, dan mungkin itu membuat dia tidak nyaman diidentifikasi sebagai Rossi, karena dia mempunyai kesadaran identitas sebagai dirinya sendiri, Dede’ Afa.
Dalam usianya, yang baru 3,5 tahun, ternyata anak saya sudah mempunyai kesadaran identitas terhadap dirinya sendiri. Bagaimana dengan anak-anak Anda?
Bakmi Jombor – Depan Terminal Jombor, Jogja
October 15, 2008 at 12:05 pm | In Kuliner | 3 CommentsTags: Bakmi Jombor
Menikmati Kerang Rebus di Moro Seneng – Simpang Garoga
September 25, 2008 at 11:47 pm | In Kuliner | Leave a CommentTags: Kerang Rebus Simpang Garoga
25 September 2008, jam 21.00 waktu indonesia bagian Duri [daerah yang menghasilkan 300 ribu bopd ning bensin tetap ngantri], Andy Eko telpon sepulang tarawih, pesannya “tunggu di bawah dan ajak Attok”.
Tak berapa lama kemudian, kuketuk pintu kamar Attok dan mengajak dia untuk makan keluar. Attok ganti pakaian, dan Andy bersama Nola muncul di depan Mutiara. Berempat kami menuju Simpang Garoga, tujuannya warung Moro Seneng, spesialis kerang rebus yang sudah melegenda di antara teman-teman kami.
Jam sembilan seperempat, kami sampai di depan warungnya, terlihat sepi, hanya orang-orang yang nongkrong main kartu domino dan minum susu panas. Kami agak ragu-ragu, apakah warungnya buka atau tidak, namun setelah di cek Andy dan Attok ternyata buka. Alhamdulillah.
Kami segera memesan kerang rebus, 2 kg untuk 4 orang.
Setelah menunggu agak lama, akhirnya kerang rebusnya datang, dihidangkan dalam mangkok merah. Sementara bumbunya, dihidangkan dalam piring kecil, terdiri dari campuran nanas, sambel ijo dan kacang tanah goreng yang digiling, yang suka kecap bisa ditambahkan sendiri. kami segera menyantap kerang rebus selagi masih panas, daging kerang diambil dari kulitnya dan ditotol-totolkan ke bumbunya, rasanya uenak banget. Kami menyantap kerangnya dengan lahap, dan kemudian nambah lagi 2 kg. Berempat akhirnya menghabiskan 4 kg kerang rebus…. busyet dah.
Saya yang awalnya tidak berniat menggunakan bumbunya, akhirnya tandas juga bumbunya. Segelas teh manis menjadi pengobat rasa pedas.
Akhirnya, jam setengah sebelas kami pulang, setelah membayar dan membungkus sekilo untuk Taufiq. Totalnya habis 79 ribu, terdiri dari 5 kg kerang, secangkir kopi, secangkir kopi susu dan dua gelas teh panas. Tidak terlalu mahal untuk makanan seenak itu.
Tangkuban Perahu: Wisata Keluarga [Mantan] Pendaki
September 3, 2008 at 9:48 pm | In Acara Keluarga, Ngulandara | Leave a CommentTags: tangkuban perahu
Tangkuban Perahu: Wisata Keluarga [Mantan] Pendaki
Banyak orang datang ke gunung, dengan banyak alasan, mungkin untuk melepaskan perasaan, mungkin untuk menaklukkan puncaknya. Demikian sebait lagu lama yang masih kuingat tentang gunung. Dulu aku sering mendaki gunung, dalam rentang waktu dari 1991-1998, aku sudah mendaki 30 kali, dan pensiun pada usia yang relatif muda 23 tahun.
Kini, sepuluh tahun berselang, aku kembali lagi ke gunung. Tidak dengan day pack di punggung dan sepatu tracking. Bersama keluarga, anak dan istri serta naik mobil rental sampai di tepi kawah Tangkupan Perahu.
Jum’at pagi, 29 Agustus 2008, seusai mengikuti PIT IAGI di Bandung, kami meluangkan waktu untuk berwisata ke Tangkupan Perahu. Jam setengah sembilan kami checkout dari Hyat Regency, dan menggunakan mobil rental menuju Tangkupan Perahu. Sayangnya jaketku ketinggalan di kamar hotal dan mesti balik untuk mengambilnya. Akhirnya jam sembilan kami berangkat ke Tangkupan Perahu, menggunakan kijang innova yang disopiri Pak Mulyono. Kami sempat mampir sebentar mengisi bensin dan membeli makanan kecil.
Kami sangat menikmati perjalanan ini, pemandangan yang indah di kiri kanan jalan, dan cara mengemudi Pak Mulyono yang bagus. Sesekali kami bercerita mengenai pemandangan di sekitar jalan, tentang penjual kelinci yang menjajakan kelincinya, tentang kebun strawbery yang bisa kita petik buahnya dsb. Jalan mulai berubah ketika kami meninggalkan jalan utama, dan menyusuri jalan mendaki arah ke Tangkupan Perahu, jalanan berlubang dan kurang terawat.
Jam sepuluh seperempat, kami sampai di aprkiran mobil, di tepi kawah gunung Tangkupan Perahu, dan langsung disambut dengan hawa dingin pegunungan. Jaket dan pentup kepala segera kami pakai. Suasana khas tempat wisata mulai terasa, penjaja souvenir dan penyewa kuda tunggangan segera mnghampiri kami.
Kami memutuskan untuk jalan-jalan dulu, namun sebelumnya kami sempatkan foto di dekat papan nama Taman Wisata Gunung Tangkupan Perahu.
Continue reading Tangkuban Perahu: Wisata Keluarga [Mantan] Pendaki…
Menikmati Sup Gurami di Bumbu Desa Laswi
September 2, 2008 at 11:01 pm | In Acara Keluarga, Kuliner, Ngulandara | 1 CommentMenikmati Sup Gurami di Bumbu Desa Laswi
Tanggal 28 Agustus kami beruntung menikmati makan malam di Bumbu Desa di jalan Laswi Bandung. Berempat, saya, Ibunya Afa, Afa dan Mas Murdoko naik taxi dari Hyatt Regency menuju kedai Bumbu Desa. Kami makan di tempat ini karena rekomendasi dari Pak Henry Biantoro, rekan milis aglonema. Kami berangkat dari hotel jam 7 malam, dan sampai tak lama kemudian, karena ternyata lokasi Bumbu Desa Laswi tidak terlu jauh dari hotel.
Bumbu Desa merupakan perpaduan klasik dan modern, yang menyajikan aneka makanan bercita rasa khas dengan cara prasmanan. Dan Bumbu Desa Laswi merupakan rumah makan-nya yang pertama. Sesampai di di tempat ini kami segera memesan makanan untuk menu makan malam kami. Sup gurami kami pesan satu porsi untuk empat orang, sayur leunca dan jamur kuping, sayur asem, ayam bumbu desa, mendoan, mujair goreng dan tahu goreng merupakan pesanan kami yang lain, dan tentu saja dengan nasi sebakul. Sedangkan minumannya kami pesan es cincao.
TB Maranatha, Surga Penggemar Komik Wayang
September 2, 2008 at 10:59 pm | In Tarian Jemari | 8 CommentsTags: Komik Wayang, Maranatha
TB Maranatha, Surga Penggemar Komik Wayang
Tanggal 28 Agustus 2008, kami sekeluarga belanja komik di Toko Buku Maranatha [Erlina], jalan Ciateul/ Jln Inggit Ganarsih 148 Bandung. Berbekal email Pak Awang [BP Migas], kami meluangkan waktu di sela-sela PIT IAGI untuk berbelanja komik-komik yang saya baca waktu kecil. Targetnya membeli komik Mahabarata dan Ramayana, lengkap dan serial laba-laba merah.
Kami berangkat naik taxi dari depan BIP, setelah makan siang di McD, sekitar jam 2 siang. Tidak berapa lama kemudian, kami sampai ke toko buku Maranatha, dan langsung di sambut dengan ramah oleh Ibu pemilik tokonya. Beliau langsung tahu kalau kami akan mencari komik wayang, karena sebelumnya saya telpon menanyakan jam buka toko.
Continue reading TB Maranatha, Surga Penggemar Komik Wayang…
Blog at WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.




Afa dan Ibunya
Sup Gurami
Toko Buku Maranatha (Erlina)
Catatan nJajan Tukang Jalan




