KRAKATOA – Ketika Dunia Meledak

August 8, 2010 at 8:40 pm | Posted in Rak BUKU-ku | Leave a comment

KRAKATOA – Ketika Dunia Meledak

Penulis: Simon Winchester
Penerbit: Elex Media Komputindo
Tebal: 544
Terbit: 28-Jul-10
ISBN: 9789792781243
Harga: Rp. 94.800
Kategori: HUMANIORA

Advertisements

Cincin Merah di Barat Sonne

August 8, 2010 at 6:29 pm | Posted in Rak BUKU-ku | Leave a comment
Tags:

Cincin Merah di Barat Sonne

Penulis: Andi Arsana
Penerbit: lingkar pena
Tanggal terbit: Januari – 2010
Jumlah Halaman: 282
No. ISBN: 9786028436649
Kategori: Memoar

SINOPSIS :
Menjadi salah satu awak kapal dari berbagai negara dalam sebuah penelitian dasar laut, sudah keluarbiasaan yang tak terkira. Andi Arsana, tidak hanya menjadi awak biasa, tapi menjadi salah satu peneliti dalam sebuah program penelitian internasional. Selama sebulan berada di tengah Samudra Hindia, di mana sepanjang mata memandang hanyalah hamparan air yang luas, komunikasi dengan dunia luar terbatas, adaptasi tak hanya lintas benua dan budaya, tapi lintas disiplin keilmuan.

Buku ini tidak hanya mengisahkan petualangan dengan sangat menarik, humanis, dan penuh pemaknaan yang dalam. Namun juga meramu berbagai pengetahuan tentang keilmuan yang sangat kontekstual, tanpa menggurui sama sekali. Sebuah buku yang sangat inspiratif, menggugah, dan penting.

“Bravo! Great! Super!

Seharusnya orang-orang yang lebih dulu dan lebih lama berkecimpung di dunia survei pemetaan dan data spasial- termasuk saya- juga lebih dulu dan lebih banyak melahirkan buku-buku, novel-novel dan kelak mungkin juga film-film geospasial seperti ini. Dengan cara itu, awareness masyarakat awam pada persoalan-persoalan spasial, dan juga minat untuk menggeluti profesi ini akan meningkat. Kita masih memerlukan sangat banyak geospatialist untuk negeri yang teramat luas ini.”
— Dr. Fahmi Amhar, Kepala Balai Penelitian Geomatika, Bakosurtanal

“Bli Andi memang seorang guru sejati. Keinginan untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan mencuat sekali dalam buku Cincin Merah di Barat Sonne ini. Dengan bahasa dan penuturannya yang ramah, Bli Andi berhasil membuat hal yang rumit menjadi mudah untuk dimengerti. Kerendahan hatinya sebagai manusia mengusik kita untuk lebih mawas diri. Semangat belajar dan rasa ingin tahunya memberi kita inspirasi baru. Jejak rasa cintanya terhadap keluarga, daerah asal, bangsa, dan negara bertebaran di mana-mana dalam buku ini. Bli Andi adalah seorang idealis yang mempunyai rasa kebanggaan yang tinggi terhadap profesinya. Dengan membaca buku ini, akan terkuak lebih lebar lagi wawasan kita.”
— Sri Dean, Radio SBS Australia

Pak Beye dan Istananya

August 8, 2010 at 6:08 pm | Posted in Rak BUKU-ku | Leave a comment
Tags:

Pak Beye dan Istananya

Penulis: Wisnu Nugroho
Penerbit : Penerbit Buku Kompas
Tebal : 256
Harga: Rp 48.000
Kategori:  Sosial & Politik

SINOPSIS:
Presiden Republik Indonesia adalah orang paling penting atau nomor satu di negeri ini. Setidaknya, sesuai pelat nomor sedan kepresidenan: RI 1. Oleh Wisnu Nugroho, wartawan Kompas, sisi tidak penting RI 1 yang kini dijabat Susilo Bambang Yudhoyono dipaparkan dengan lugas, mengalir, dan apa adanya di blog kompasiana.

Menulis berita ”penting” RI 1 dan menyiarkannya langsung dan serentak hanya membuat berita makin seragam. Sifat ”penting” berita Istana membuat gereget ”menarik” hilang karena tak terberitakan.

Pak Beye dan Istananya adalah buku pertama dari ”Tetralogi Sisi Lain SBY”. Sebagai ”manusia biasa”, Pak Beye yang punya gereget dicatat secara rinci, dibagikan secara jenaka dan kadang nakal. Karena rinci, cerita jenaka dan nakal seputar Istana tersusun runut, jelas, dan bernilai sejarah. Bersiaplah tersenyum-senyum.

Emak: Penuntunku dari Kampung Darat sampai Sorbonne

August 5, 2010 at 10:20 pm | Posted in Rak BUKU-ku | Leave a comment

Emak: Penuntunku dari Kampung Darat sampai Sorbonne

Penulis: Daoed JOESOEF
Penerbit: Buku Kompas (2010)
Halaman: 304
ISBN: 979-709-486-7

SINOPSIS

Emak di Medan dan sekitarnya adalah sebutan untuk Ibu. Emak dari Daoed JOESOEF adalah seorang perempuan yang tak pernah mengenyam pendidikan formal nonreligius, namun amat menyadari kemuliaan panggilan alami keibuan. Dia menghayati pesan Rasulullah agar manusia menuntut ilmu pengetahuan dan belajar seumur hidup. Dia adalah perempuan yang lemah lembut, feminin dan santun namun bisa pula bersikap tegas dalam mempertahankan prinsip hidup. Karena Emak adalah segala-galanya baginya, jauh melebihi bidadari.
Daoed JOESOEF adalah mantan Menteri pendidikan dan Kebudayaan (1978-1983) yang sejak kecil gemar belajar. Saat beranjak dewasa, dia sengaja merantau, meninggalkan kampung halaman, semata-mata untuk memburu ilmu pengetahuan. Tuntunan ibunyalah yang telah mengubah dirinya menjadi orang Indonesia pertama yang berhasil meraih gelar Docteur d’etat es science economiques dari Universite Pluridiplinaires Pantheon-Sorbonnr e di Paris, perancis.

Referensi Lain:
1. Menulis Emak, Menulis Daoed
2. Kejernihan Hati Seorang Emak

Mereka Bicara JK

August 5, 2010 at 7:17 pm | Posted in Rak BUKU-ku | Leave a comment

Mereka Bicara JK

Penulis: Abburizal Bakrie, dkk
Penerbit: Komunitas Bambu
Tanggal terbit: Januari – 2010
Kategori: Sosial-Politik

SINOPSIS:
Mengapa bicara JK?

JK, adalah orang pertama yang harus berakhir di tahun 2009. SBY, pasangan JK bersama sejak 2004, belum berakhir pada tahun 2009.

JK, adalah orang pertama yang berasal dari kalangan saudagar dan itu melahirkan pendekatan tersendiri dalam hal ia memimpin. Istilah yang lazim dipakai, JK adalah orang yang get things done.

JK, adalah pribadi yang terbuka dan cenderung membebaskan diri dari segala aturan protokoler. Berpidato tanpa konsep atau memakai busana sekenanya. Meminjam istilah Fahmi Idris, bagi JK etika bisa nomor lima atau nomor lima belas. Yang nomor satu adalah kinerja. JK merupakan contoh aras baru model pemimpin di negeri ini.

Buku ini merupakan hasil wawancara dari 60 lebih nama orang-orang yang dianggap banyak bersentuhan dengan JK selama ia berkiprah, baik yang berada di cabinet maupun yang di luar pemerintahan. Sebagian di antaranya bahkan bersedia menulis sendiri. Dan berkat kesediaan para narasumber itu–karena umumnya mereka ”orang penting”–buku ini bisa sampai ke tangan pembaca.

Cerita mereka tentang JK bisa jadi manis, bisa pula pahit. Tapi tradisi tetap berani menyuarakan orang-orang kalah, adalah sesuatu yang patut diapresiasi tak kalah hebatnya. Mungkin ini adalah salah satu buah demokrasi, di mana orang berani menyuarakan pandangannya mengenai orang yang kalah dan berbeda pilihan politik pada saat orang tersebut, mungkin saja masih memiliki kepentingan dengan para pemenang. Sulit dibayangkan tradisi ini lahir di zaman Orde Baru.

Young Samurai Buku Dua

August 1, 2010 at 5:31 pm | Posted in Rak BUKU-ku | Leave a comment

Young Samurai Buku Dua

Penulis: Chris Bradford
Penerbit : Hikmah
Rilis : 2010
Halaman : 528
ISBN : 9789793714592
Kategori: Cerita Fiksi

SINOPSIS:
Tapi itu baru masalah kecil bagi Jack. Dia tahu bahwa rival mautnya—sang ninja Mata Naga—dapat menyerangnya kapan saja. Jack masih menyimpan satu barang yang diincarnya, dan ninja pembunuh ayahnya itu tak akan ragu menghabisinya untuk mendapatkan benda itu.
 
Dapatkah Jack menguasai Jalan Pedang pada waktunya untuk bertahan menghadapi pertarungan hingga titik darah penghabisan?

Young Samurai Buku Satu

August 1, 2010 at 5:19 pm | Posted in Rak BUKU-ku | Leave a comment

Young Samurai Buku Satu

Penulis: Chris Bradford
Penerbit: Hikmah
Tanggal terbit: Juni – 2009
Halaman: 473
No. ISBN: 9789791923866
Kategori: Cerita Fiksi

SINOPSIS:
Jack Fletcher adalah bocah Inggris yang bermimpi menjadi nahkoda andal seperti ayahnya, bertualang mengelilingi samudra untuk menjelajahi keajaiban-keajaiban Dunia Baru. Namun dalam senuah perjalanan menuju Kepulauan Jepang bersama kapal ayahnya, mereka diserang oleh para perompak ninja—seluruh awak kapal tewas tak tersisa, termasuk ayah Jack. Tujuan penyerangan mereka sangat misterius.

Jack terlepas dari malapetaka hanya berkat pertolongan seorang kesatria samurai legendaris, Masamoto Takeshi. Sebatang kara dan tak tahu jalan untuk pulang, Jack merasa satu-satunya harapan untuk bertahan hidup adalah dengan menjadikan dirinya sendiri sebagai samurai. Bisakah Jack membuktikan dirinya layak disebut sebagai Kesatria Samurai dan pada akhirnya, melawan musuh terberat yang selalu memburunya—Dokugan Ryu, sang ninja bermata satu?

Rara Mendut

August 1, 2010 at 4:05 pm | Posted in Rak BUKU-ku | Leave a comment
Tags:

Rara Mendut

Penulis: Y.B. Mangunwijaya
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tanggal terbit: April – 2008
Kategori: Sejarah Fiksi
No. ISBN: 9789792235838
Harga: Rp. 95.000,00

SINOPSIS

Rara Mendut, budak rampasan yang menolak diperistri oleh Tumenggung Wiraguna demi cintanya kepada Pranacitra. Dibesarkan di kampung nelayan pantai utara Jawa, ia tumbuh menjadi gadis yang trengginas dan tak pernah ragu menyuarakan isi pikirannya. Sosoknya dianggap nyebal tatanan di lingkungan istana di mana perempuan diharuskan bersikap serba halus dan serba patuh. Tetapi ia tak gentar. Baginya, lebih baik menyambut ajal di ujung keris Sang Tumenggung daripada dipaksa melayani nafsu panglima tua itu.

Genduk Duku, sahabat Rara Mendut yang membantunya menerobos benteng Keraton Mataram dan melarikan diri dari kejaran Tumenggung Wiraguna. Setelah kematian Rara Mendut dan Pranacitra, Genduk Duku menjadi saksi perseteruan diam-diam antara Wiraguna dan Pangeran Aria Mataram, putra mahkota yang kelak bergelar Sunan Amangkurat I dan sesungguhnya juga jatuh hati kepada Rara Mendut – perempuan rampasan yang oleh ayahnya dihadiahkan kepada panglimanya yang berjasa.  Lusi Lindri, anak Genduk Duku dipilih menjadi anggota pasukan pengawal Sunan Amangkurat I oleh Ibu Suri.

Lusi Lindri menjalani kehidupan penuh warna di balik dinding-dinding istana yang menyimpan ribuan rahasia dan intrik-intrik jahat. Sebagai istri perwira mata-mata Mataram, ia tahu banyak … bahkan terlalu banyak … Semakin lama nuraninya semakin terusik melihat kezaliman junjungannya. Tiada pilihan lain! Bulat sudah tekadnya, baginya lebih baik mati sebagai pemberontak penentang kezaliman daripada hidup nyaman bergelimang kemewahan.

The Soloist

August 1, 2010 at 3:49 pm | Posted in Rak BUKU-ku | Leave a comment
Tags:

The Soloist

Mimpi yang hilang,
Persahabatan yang diragukan
dan kekuatan musik yang membebaskan

Penulis: Steve Lopez
Penerbit : Elex Media Komputindo
Rilis : 2010
Halaman : 384
Kategori: Memoar/ Kisah Nyata
ISBN : 9789792772876
Harga : Rp.59.800

SINOPSIS:

Tiga puluh tahun yang lalu, Ayers adalah seorang siswa bass klasik di Juilliard, sekolah musik yang ternama. Sosoknya yang menjanjikan: ambisius, menawan, dan juga salah satu dari sedikit murid Afrika-Amerika di sekolah itu. Namun, secara tiba-tiba dia mengalami ketidakseimbangan jiwa. Saat Lopez menemukannya, Ayers sendirian, curiga terhadap setiap orang, dan sangat bermasalah, namun masih menyisakan kilasan kecemerlangan.

Dari sebuah konser spontan ketika Ayers memainkan Beethoven`s Eighth di terowongan Second Street hingga pertunjukan Bach`s Unaccompanied Cello Suites di Skid Row, kedua pria itu belajar berkomunikasi melalui musik Ayers. Ikatan yang mereka jalin mengalami lika-liku yang rumit saat Lopez membayangkan dirinya dapat mengubah hidup Ayers-mencarikannya tempat tinggal, mempertemukannya kembali dengan keluarganya, membawanya ke Disney Concert Hall untuk bertemu dengan mantan teman sekelasnya di Juilliard.

Untuk setiap kemenangan, ada kekecewaan yang menghancurkan hati, namun keduanya tak menyerah. Dan meski Ayerslah yang awalnya ingin diselamatkan, Lopez menyadari bahwa hidupnya sendiri berubah secara drastis.

Selimut Debu

August 1, 2010 at 3:40 pm | Posted in Rak BUKU-ku | Leave a comment
Tags:

Selimut Debu

“As a backpacker, Agustinus has taken
several routes in his journey which
other travelers would have
most likely avoided.”
 
-The Jakarta Post-

Judul Buku: Selimut Debu
Penulis: Agustinus Wibowo
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tebal: xii + 461 halaman
Cetakan: I, Januari 2010
ISBN: 978-979-22-5285-9

SINOPSIS:
Pada tahun 2006, Agustinus mulai melintasi perbatasan antar negara menuju Afghanistan, dan selama dua tahun ia menetap di Kabul sebagai fotografer jurnalis–catatannya di buku ini adalah hasil perenungan yang memakan waktu tak singkat.

Selimut Debu akan membawa Anda berkeliling “negeri mimpi”—yang biasa dihadirkan lewat gambaran reruntuhan, korban ranjau, atau anak jalanan mengemis di jalan umum—sambil menapaki jejak kaki Agustinus yang telah lama hilang ditiup angin gurun, namun tetap membekas dalam memori. Anda akan sibuk naik-turun truk, mendaki gunung dan menuruni lembah, meminum teh dengan cara Persia, mencari sisa-sisa kejayaan negara yang habis dikikis oleh perang dan perebutan kekuasaan, sekaligus menyingkap cadar hitam yang menyelubungi kecantikan “Tanah Bangsa Afghan” dan onggokan debu yang menyelimuti bumi mereka. Bulir demi bulir debu akan membuka mata Anda pada prosesi kehidupan di tanah magis yang berabad-abad ditelantarkan, dijajah, dilupakan—sampai akhirnya ditemukan kembali.

“Agustinus tak ingin hanya menjadi penonton isi dunia. Ia mau terlibat sepenuhnya dalam perjalanan itu. Ia tak sekadar melihat pemandangan, berpindah dari satu tempat ke tempat lain, tetapi juga mengenal budaya dan berinteraksi dengan masyarakat setempat.”  -Kompas-

Next Page »

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.