Malam Penghargaan Insan UGM Berprestasi

January 26, 2012 at 12:45 am | Posted in TOMoGrafi | 5 Comments

Malam Penghargaan Insan UGM Berprestasi 
Grha Sabha Pramana UGM, 15 Desember 2011 

Kamis 15 Desember 2011, saya sekeluarga menghadiri malam penghargaan bagi insan UGM berprestasi yang diselenggarakan di gedung Grha Sabha Pramana dalam rangka Dies Natalis UGM. Kebetulan saya sedang liburan seusai konsultasi tesis di Bandung dan mendapat kepercayaan untuk menjadi salah satu alumni yang memperoleh penghargaan di bidang pengembangan pendidikan. Penghargaan ini diberikan atas inisiatif menggalang dana beasiswa dari alumni UGM yang diberikan kepada mahasiswa UGM yang orang tuanya kurang mampu secara finansial. Beasiswa -yang kemudian dinamakan menjadi Beasiswa KAGAMA- di galang di  jejaring virtual alumni UGM seperti milis alumniugm@googlegroups.com dan facebook groups KAGAMA.

Mas Vicky dan mBak Laras

Kami sekeluarga sampai di GSP jam setengah 7 malam, sedikit terlambat dari undangan yang jam enam sore, diantar oleh Eyangnya Afa yang akan mengajar di STIE Widyawiwaha. Saya terkejut ternyata acaranya cukup meriah dan dihadiri oleh banyak civitas akademika UGM. Saya kemudian mengisi daftar hadir dan masuk ke ruang tunggu VIP, bergabung dengan Mas Rovicky dan istri yang sudah hadir duluan. Mas Rovicky merupakan senior di TGL, beliau angkatan 1981, bekerja di Amerada HESS dan saat ini menjadi sebagai Presiden IAGI. Mas Rovicky juga menerima penghargaan dari UGM sebagai di bidang media karena blog dongeng geologi yang berperan besar dalam edukasi bencana alam kepada masyarakat di dunia maya.

Pak Rektor dan Ketua Panitia


Menerima Piagam dari Pak Rektor

Continue Reading Malam Penghargaan Insan UGM Berprestasi…

Jalan Panjang (menuju) Sidang Tesis

January 20, 2012 at 9:47 pm | Posted in TOMoGrafi | Leave a comment

Jalan Panjang (menuju) Sidang Tesis

pinang kampai

dry run

Continue Reading Jalan Panjang (menuju) Sidang Tesis…

Siapa mau pakai pertamax?

January 18, 2012 at 11:23 pm | Posted in TOMoGrafi | Leave a comment

Siapa mau pakai pertamax?

Minggu siang, mampir di pom bensin sebelum makan siang bersama Yayak Prananta. Berhubung mobil titipan dan sesuai kebiasaan pemiliknya, maka Yayak membeli pertamax untuk bahan bakar mobil. Ternyata harganya cukup wah, 10.100 IDR, lebih dari dua kali lipat dari harga premium bersubsidi yang sekitar 4500 IDR, sedangkan harga premium tanpa subsidi berkisar 8200 IDR.

Meskipun mobil-mobil produk saat ini, disarankan untuk memakai pertamax, ning kok rasa2nya melihat perbedaan harganya, pemilik mobil akan cenderung untuk memakai premium bersubsidi ya? Apalagi pemerintah selama ini hanya sekedar menghimbau, dengan pesan-pesan moral yang (mungkin) tidak relevan. Lha wong konsumsi minyak saja sudah jauh lebih tinggi daripada produksi, kok ya sekedar pakai himbauan dan maju mundur untuk melakukan pembatasan subsidi.

Eh, ngomong-ngomong, apa yang Anda lakukan seandainya pemerintah jadi melarang mobil pribadi menggunakan premium bersubsidi? Memakai premium tanpa subsidi? Memakai pertamax? Atau mengganti kendaraan dengan motor?

(Biaya) Jadi “PNS” itu murah

January 18, 2012 at 10:59 pm | Posted in TOMoGrafi | 2 Comments

(Biaya) Jadi “PNS” itu murah

Menurut Menpan dan RB – Azwar Abubakar, quote: “Biaya calo untuk masuk pegawai negeri sipil disinyalir dari Rp 60 juta sampai Rp 100 juta.” http://nasional.kompas.com/read/2012/01/17/1612146/Masuk.PNS.Perlu.Rp.60.Juta-Rp.100.Juta

Menurut saya… itu murah sekali, bukan karena duit 100 juta kecil lho, ning dibandingkan dengan usaha lain, misale berkebun salak pondoh. Dengan modal 60-100 juta, seorang PNS akan mendapat gaji rutin setiap bulan dan mendapatkan pensiun serta tunjangan-tunjangan yang lain, juga prestise di mata masyarakat.

Sebagai pembanding, untuk mendapatkan penghasilan laiknya seorang PNS, seorang petani salak pondoh mesti memiliki kebun seluas 3000 meter. Seandainya harga tanah permeternya 100-150 ribu permeter, maka modal tanahnya saja 300-450 jt, lebih besar dari biaya calo tadi, belum resiko dan tidak adanya jaminan semacam askes. Belum termasuk ongkos perawatan, pupuk, bibit dan mesti berpeluh mengolah kebun.

Ning yang buat saya nggumun, kok bisa-bisanya Pak Mentri PAN & RB ngendika kayak gitu? Apakah pendayagunaan aparatur negara dan reformasi birokrasi selama ini tidak bisa mengeliminir sistem percaloan dalam perekrutan PNS ya? Lha kalau perekrutan PNS-nya saja sudah pakai sistem calo, pelayanan publik seperti apa yang bisa diharapkan?

Kembali ke “modal” kecil untuk jadi PNS, apakah Anda atau keluarga Anda berminat menjadi PNS?

Wisata Keluarga di Kebun Binatang Gembira Loka Jogja

January 15, 2012 at 2:23 am | Posted in TOMoGrafi | 9 Comments
Tags: , , , ,

Siang ini, saya ke Gembira Loka bersama dengan Afa, Luki dan Ibunya. Tiket masuk cukup murah, 15 ribu per orang, atau 20 ribu termasuk paket naik kapal Katamaran. Saya memilih paket yang kedua, jadi cukup 60 ribu orang karena Luki belum 3 tahun.

Membeli Tiket

Setelah masuk, Afa sempat foto-foto dengan badut Kannguru, kemudian melihat diorama flora dan fauna, yang menyajikan ofset daari tumbuhan dan binatang. Di sini juga ada diorama pembuatan kain sutra dari sejak kepompong daaan kupu-kupu sampai dengan kain, juga diorama pembuaatan jamu. Tempat ini bagus buat belajar anak-anak.

Berfoto Bersama Badut

Continue Reading Wisata Keluarga di Kebun Binatang Gembira Loka Jogja…

Wisata Keluarga di Kopeng Semarang

January 14, 2012 at 11:28 pm | Posted in TOMoGrafi | Leave a comment

Wisata Keluarga di Kopeng Semarang

Continue Reading Wisata Keluarga di Kopeng Semarang…

Bupati Bantul dan Gaji 5,8 juta itu

January 13, 2012 at 8:15 am | Posted in TOMoGrafi | 1 Comment

Bupati Bantul dan Gaji 5,8 juta itu


Tadi, di atas GA 203 yang membawaku dari Jogja ke Jakarta, saya membaca-baca KR dan menemukan artikel yang menarik. Isinya, mengenai rencana Bupati Bantul, Bu Ida yang tidak akan mengambil gajinya selama setahun ke depan. Besar gajinya 5,8 juta/ bulan dan akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan orang miskin, yang kalau menggunakan anggaran Pemda akan memerluka waktu untuk mencairkannya seiring dengan keluarnya peraturan pemerintah yang mengatur hal itu di 2011. Di samping itu, dia juga akan mencanangkan seribu setiap PNS di Bantul yang jumlahnya 12 ribu.

Dua jempol untuk Bu Bupati, semoga kepeduliannya terhadap masyarakat kecil bisa meningkatkan kesejahteraan warga bantul dan ditiru pemimpin daerah lain. Meskipun gerakan seribu dari PNS bukan gagasan yang original dan mirip dengan gebuminang, gerakan pengumpulan seribu rupiah dari masyarakat minang di perantauan.

Di samping itu, ada beberapa hal yang menurut saya cukup mengejutkan. Yaang pertama gaji bupati yang 5,8 juta. Nilai ini tidak cukup besar dibandingkan dengan modal kampanye untuk menjadi bupati. Yang kedua, jumlah PNS Bantul yang 12000, sementara penduduknya 900-an ribu, atau rasionya 1-80, relatif tinggi.

Jadi siapa berminat jadi Bupati dengan gaaaji 5,8 jt? Sekali lagi salut buat Bu Ida Samawi.

Minas, 12 Januari 2012

Ruang 10 x 10 m = 20 milyar?

January 13, 2012 at 8:11 am | Posted in TOMoGrafi | Leave a comment

Ruang 10 x 10 m = 20 milyar?


Hari ini, di halaman muka kompas, ada tulisan yang mengupas biaya renovasi banggar yang besarnya 20 milyar lebih. Padahal, luas ruangan itu hanya 10 x 10 meter, atau hanya 100 meter persegi. Biaya itu, sebagian besar untuk renovasinyaa yang 19 milyar lebih, sedangkan biaya konsultan hanyaa 800 juta. Ketua DPR, dan wakilnya dari Golkar yang lulusan UGM mengaku terkejut dengan besarnyaa biaya itu.

Sebagai orang awam, saya tidak tahu apakah nilai renovasi yang sedemikian aduhai itu layak dan menjadi standart untuk fasilitas wakill rakyat. Dalam itung-itungan kasar, biaya semeternya adalah 200 jt (cmiiw), sebuah nilai fantastis untuk nilai renovasi fasilitas dengan bangunan yang sudah jadi.

Masih di halaman muka, kompas menampilkan artikel yang fisertai gambar mengenail sebuah sekolah dengan 1 ruang yang dipakai 2 kelas dan 2 guru yang hanya dipisahkan oleh penyekat. Saya tidak tahu berapa banyak kondisi sekolah seperti ini ada di Indonesia dan apakah para wakil rakyat mengetahuinya secara pasti.

Dua hal kontras di atas, sedikit banyak menggambarkan kepekaan para wakil rakyat kita dalam memandang realitas ke Indonesiaan kita. Para wakil rakyat atau pimpinan DPR mungkin bisa berkilah kalau dana sebesar itu wajar atau mengejutkan, dan tentu saja anggaran itu sudah sesuai dengan kinerja mereka seperti disampaikan setjen DPR kalau anggaran itu berbasis kinerja. Tapi rasanya aneh kalau penganggaran sampai 20 M pimpinan DPR tidak mengetahui atau menyetujui.

Mungkin, kalau Rigoberta Menchu pernah menyatakan “hati nuraniku lahir dari realitas penindasan”, kita harus siap2 mengelus dada karena wakil rakyat kita kehilangan kejernihan nurani.

CGK, 12 Januari 2012

Anggota DPRD kurang sejahtera?

January 13, 2012 at 8:07 am | Posted in TOMoGrafi | Leave a comment

Anggota DPRD kurang sejahtera?

 

Sambil nunggu istri, saya baca-baca KR, yang meskipun isinya tidak sebagus kompas, tetap kubeli kalau di Jogja. Di halaman 2, saya nemu berita yang menarik, Deklaratoor PAN Kota (Jogja red) Mundur, alasannyaa partai telah menyakiti masyarakat karena ada anggota DPRD dari PAN terkena kasus korupsi. Bahkan menjadi DPO.

Beberapa hari yang lalu, saya sempat mendengar dari seorang teman, kalau ada kota yang seluruh mantan anggota DPRD-nya menjadi tahanan, dan beberapa menjadi DPO. Konon mereka memilih menjadi tahanan daripada mengembalikan uang yang “dikorupsi”, yang jumlahnya cukup lumayan. Mereka memilih menjalani tahanan selama 4 tahun daripada mengemballikan uang, konon karena mereka kesulitan untuk mengumpulkan uangnya.

Saya jadi berfikir, apakah selama ini penghasilan sebagai wakil rakyat tidak memadai sehingga tidak ada yang disaving? Apakah gaya hidup dan pengeluaran mereka berubah kketika menjadi anggota DPRD? Kalau kualitas hidup para wakil rakyat di daerah seperti ini, apa yang bisa diharapkan sebagai masa depan demokrasi kita?

Turi, 11 Januari 2012

Seberkas Harapan yang Sirna

January 1, 2012 at 3:54 pm | Posted in TOMoGrafi | 1 Comment

Seberkas Harapan yang Sirna

Kemarin setengah hari, saya menghabiskan penghujung 2011 dengan memutar rekaman atraksi Slemania di youtube. Berulang-ulang saya menikmati kegembiraan masyarakat pecinta sepakbola di Sleman, baik di Tridadi, Mandala Krida maupun di MIS. Salah satu video yang saya lihat saya lampirkan di link di bawah ini. http://www.youtube.com/watch?v=2nooTZ8-Iu8

Sebagai pemegang KTP Sleman, saya termasuk penggemar Slemania, …apalagi dulu dengan budget yang tidak jor-joran, PSS Sleman bisa bersaing di kompetisi tertinggi dan menghasilkan pemain-pemain lokal sekelas Seto Nurdiyantoro bersaudara, Anshari, dsb2nya. Saya juga relatif dekat dengan teman-teman Slemania Cyber dengan membantu membuat grups Slemania di pisbuk yang beranggotakan lebih dari 10 ribu orang dan mengelola fan pages SLEMANIA yang membernya 36 ribu.

Tapi, kemarin saya berfikir, kenapa sepakbola yang dulu bisa menyatukan masyarakat pecinta bola, memberikan kegembiraan, sekarang berantakan oleh pertarungan kekuatan politik dan finansial? Tumbangnya rezim Nurdin Halid yang diikuti oleh naiknya Djohar Arifin, tidak membawa perbaikan bagi iklim dan prestasi sepakbola. Belum seumur jagung, rezim Djohar Arifin yang tidak independen telah melakukan beberapa blunder, sehingga sebagian kelompok yang dulu mendukungnya balik menentangnya. Ah pusing.. apa maunya para petinggi PSSI itu.

Sebagai penikmat sepakbola, yang kadang-kadang nonton di lapangan (dulu karena dapat tiket biru dari Pak Dhe Eka Priastana Putra), saya hanya ingin menonton dan menyanyi bersama supporter yang edan tapi sopan, dan tidak peduli kuning atau biru bendera yang diusung pengelola kompetisi. Sebagai pembayar pajak, saya hanya ingin melihat orang-orang juga gembira bersama, karena pajak yang mereka bayarkan sebagian digunakan untuk menghidupi kompetisi.

Sayang, seberkas harapan yang saya miliki sirna, semakin pudar oleh konflik elit PSSI yang belum ketahuan ujungnya. Mungkin langkah tersederhana bagi saya, adalah memutar ESPN atau StarSport yang menyiarkan Liga Inggris, gratis, tidak perlu beli tiket dan APBD …… tapi bagaimana dengan supporter yang lain?

(Neng apa tresnaku/ Lan rasa kangenku/ Wengi sing sepi/ Apa kowe ngerti rasaning ati/ nganti seprene nanging eneng apa/ kowe duhkita/ ana apa awakmum/ ya mung wengi sing bisa ngerti rasaning ati/ nganti seprene nanging eneng apa)

Duri, 1 Januari 2012

« Previous PageNext Page »

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.