Secangkir kopi Toraja dan Dangke di Erotic Mountain

July 22, 2011 at 5:29 pm | Posted in TOMoGrafi | Leave a comment
Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

 Erotic Mountain terletak di desa Bambapuang kecamatan Anggeraja sekitar 16 km dari kota Enrekang, atau sekitar 236 Km dari Kota Makassar. Erotic Mountain dalam dalam bahasa Enrekang (Massenrempulu) disebut Gunung Buttu Kabobong yang berarti gunung erotis. Gunung ini terkenal karena bentuknya yang unik, menyerupai kelamin manusia dan merupakan tempat wisata yang eksotik.

Erotic Mountain Continue Reading Secangkir kopi Toraja dan Dangke di Erotic Mountain…

Advertisements

Tangkuban Perahu: Wisata Keluarga [Mantan] Pendaki

September 3, 2008 at 9:48 pm | Posted in Acara Keluarga, Ngulandara | 3 Comments
Tags: , , , , , , , , , , , ,

Tangkuban Perahu: Wisata Keluarga [Mantan] Pendaki

Banyak orang datang ke gunung, dengan banyak alasan, mungkin untuk melepaskan perasaan, mungkin untuk menaklukkan puncaknya. Demikian sebait lagu lama yang masih kuingat tentang gunung. Dulu aku sering mendaki gunung, dalam rentang waktu dari 1991-1998, aku sudah mendaki 30 kali, dan pensiun pada usia yang relatif muda 23 tahun.

Kini, sepuluh tahun berselang, aku kembali lagi ke gunung. Tidak dengan day pack di punggung dan sepatu tracking. Bersama keluarga, anak dan istri serta naik mobil rental sampai di tepi kawah Tangkupan Perahu.

Jum’at pagi, 29 Agustus 2008, seusai mengikuti PIT IAGI di Bandung, kami meluangkan waktu untuk berwisata ke Tangkupan Perahu. Jam setengah sembilan kami checkout dari Hyat Regency, dan menggunakan mobil rental menuju Tangkupan Perahu. Sayangnya jaketku ketinggalan di kamar hotal dan mesti balik untuk mengambilnya. Akhirnya jam sembilan kami berangkat ke Tangkupan Perahu, menggunakan kijang innova yang disopiri Pak Mulyono. Kami sempat mampir sebentar mengisi bensin dan membeli makanan kecil.

Kami sangat menikmati perjalanan ini, pemandangan yang indah di kiri kanan jalan, dan cara mengemudi Pak Mulyono yang bagus. Sesekali kami bercerita mengenai pemandangan di sekitar jalan, tentang penjual kelinci yang menjajakan kelincinya, tentang kebun strawbery yang bisa kita petik buahnya dsb. Jalan mulai berubah ketika kami meninggalkan jalan utama, dan menyusuri jalan mendaki arah ke Tangkupan Perahu, jalanan berlubang dan kurang terawat.

Jam sepuluh seperempat, kami sampai di parkiran mobil, di tepi kawah gunung Tangkupan Perahu, dan langsung disambut dengan hawa dingin pegunungan. Jaket dan pentup kepala segera kami pakai. Suasana khas tempat wisata mulai terasa, penjaja souvenir dan penyewa kuda tunggangan segera mnghampiri kami.

Kami memutuskan untuk jalan-jalan dulu, namun sebelumnya kami sempatkan foto di dekat papan nama Taman Wisata Gunung Tangkupan Perahu.

Afa dan Ibunya

Continue Reading Tangkuban Perahu: Wisata Keluarga [Mantan] Pendaki…

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.