Penemu HP dan Penjual Wader Goreng

December 22, 2011 at 4:58 pm | Posted in TOMoGrafi | 2 Comments

Penemu HP dan Penjual Wader Goreng

Semalam, saya nunggu hasil pas foto saya di Duta jalan Solo. Setelah foto, saya diminta menunggu sejam sampai foto saya jadi. Saya menunggu sambil duduk-duduk, kelap kelop karena batere. BB saya habis. Sementara hujan mengguyur kota Jogja yang mulai diselimuti senja.

Tiba-tiba masuk ke dalam toko, seorang gadis berbaju ungu dan berkerudung dengan warna yang sama. Dia melewati depanku dan langsung menuju ke pelayan toko, menyerahkan dua buah HP dan memberitahu kalau pemiliknya akan datang mengambil ke Duta Foto. Nama pemiliknya Ani kalau tidak salah.

Sependengaranku, mbak2 berkerudung tadi menemukan 2 buah HP di depan duta foto, dan sudah menghubungi pemiliknya untuk mengambil di Duta Foto. Setelah menyerahkan kedua HP, dia berlalu bersama temannya yang menunggu di depan.

Tidak berapa lama kemudian, datang seorang Bapak, mungkin orang tua pemilik HP menemui penjaga toko, menunjukkan identitas diri dan membuat surat tanda terima di atas selembar kertas. Selesai.

Saya yang duduk menyaksikan pertunjukkan kejujuran itu, ternyata kejujuran masih ada di kotaku. Seorang gadis mengembalikan barang yang ditemukannya, menguhungi pemiliknya dan menunjukkan cara mngambil kembali barang yang hilang. Sementara pemilik toko memfasilitasi proses pengembalian barang itu.

Beberapa hari sebelumnya, saya juga mendapat pelajaran yang berharga dari seorang gadis penjaga warung yang menjual wader goreng di Pakem. Siang itu, saya menunggu teman-teman saya untuk makan siang di warung itu. Hujan yang mengguyur Pakem dan teman-teman yang belum datang, membuat saya berinisiatif menyiapkan lauk di meja. Lauk pauknya berupa lele goreng, wader goreng, jamur goreng, tempe garit dan tempe glepung. Sementara minumnya jeruk panas.

Ketika teman-teman saya datang, kami pun segera makan dengan sayur dan lauk rumahan yang sederhana. Yang dilanjutkan berbincang ngalor ngidul tentang banyak hal. Selesai makan, saya membayar semua makanan yang sudah tak ambil, baik yang sudah di makan atau pun belum. Setelah hitung2an, total habis 71 ribu, untuk makan 4 orang dengan banyak lauk (termasuk bandeng) dan 6 gelas minuman.

Karena takut ada yang kelewatan menghitung, saya berniat membulatkan semuanya mmenjadi 100 ribu. Namun ditolak mentah-mentah oleh mbak penjaga warungnya, mboten Pak, katanya. Bahkan ketika dia kesulitan mencari uang kembalian, tetap tidak mau kubulatkan dan tidak usah dikembalikan. Saya pun terpaksa menunggu dia membangunkan orang tuanya untuk menukar uang, padahal saya mesti menjemput istri ke Jogja, balik ke Turi dan menghadiri penganugerahan insan berprestasi dari UGM. Saya terpesona oleh keteguhan gadis penjaga warung itu, keuntungan bersih tanpa berusaha ditolaknya mentah-mentah. Sungguh karakter yang sangat mengagumkan di jaman sekarang.

Duh, ternyata Jogja memang benar-benar istimewa, bukan hanya sejarah dan kotanya, namun juga orang-orangnya. LOVE JOGJA and myLove (wong Jogja)!

Minas @IDBS leaving for Duri, 20 Desember 2011

2 Comments »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Yang mampu memaknai dan berbagi pengalaman belajar yang berharga ini… juga seorang yang istimewa.🙂

    • Terima kasih,
      saya hanya melihat, merekam dan membaginya.. mudah2an saya dan yang membaca bisa belajar menjadi lebih baik…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: