Krupuk Sewu Gelo

November 18, 2011 at 2:19 pm | Posted in TOMoGrafi | 1 Comment

Siang ini, sehabis sholat Jum’at, sayaa melakukan aktivitas rutin dua mingguan saya, membeli bensin. Ya, saya membeli bensin untuk motor tua istriku sebanyak 3 liter. Setelah memakai hampir 1,5 tahun, saya hampir hapal kalau 3 liter bensin cukup unttuk perjalanan dari rumah ke kantor pergi pulang. Harga seliter bensin di kios eceran langgan saya, 6 ribu rupiah, seribu lebih mahal dari kios eceran yang lain dan 2,5 ribu lebih murah dari bensin inddustri. Kios ini jadi pilihan karena kualitasnya bagus, tidak perlu antri seperti di pom bensin, dan pemiliknya orang Pacitan yang mahir basa Jawa halus. Bensin industri hanya kadang-kadang saya beli, karena prosedurnya yang panjang, beli fuel chit dulu di kantor pos baru ditukar di pom bensin, lagian bukanya hanya pas jam kantor.

 

Seperti biasa, saya membayar dengan uang 20 ribuan untuk 3 liter bensin. Dan kembaliannya pasti 2 ribu rupiah, satuaan yang jarang terpakai di Pekanbaru, apalagi di mall. Namun kali ini, saya tidak menerima uang kembaliannya langsung, tapi menanyakan hargaa kerupuk yang dipajang di gantungan ketika Ibu penjaga warung mengulurkan uang kembalian. Surprised! Ternyata haarga seplastik krupuk berisi 5 biji seribu rupiah, atau sewu gelo. Padahal sebelumnya saya mengira sekitar 5 ribuan, sehingga saya mesti menambah 3 ribu untuk seplastik krupuk. Jadilah uang kembalianku dapat 2 plastik kerupuk isi masing-masing 5 biji.

 

Kerupuk, memangg bukan makanan elit seperti ayam, ikan atau sate. Kelasnya mungkin masih di bawah ikan asin atau gereh. Namun kehadiran kerupuk menemani sayur dan nasi akan menambah kenyamlengan acara makan. Dan bagi sebagian masyarakat kita, kerupuk mungkin pernah menjadi lauk. apalagi pas jaman susah. Sayapun, tidak luput dari kebiasaan makan krupuk sebagai lauk, rasanya ada yang kurang kalau makan tanpa krupuk.

 

Biasanya, saya membeli kerupuk di comissary dekkat rumah, itupun jarang-jarang ada. Harganya sedikit mahal dari harga kerupuk diluaran, mungkin karena dipajang ditempat yang bagus dan ber AC. Makanya, saya terkejut mengetahui harga seplastik kerupuk hanya seribu rupiah.

 

Dengan harga seribu per 5 biji, yang terbayang di benak saya, bukan sekedar harganya yang relatif murah. Salah satunya, terbayang keuntungan yang diperoleh oleh pembuatnya, salah duanya nilai kenikmatan sebuah makan bisa ditingkatkan hanya dengan uang seribu rupiah. Terbayangkan seandainya wakil rakyat kita dan para pejabat yang sering-sering keluar negeri itu budgetnya dibelikan kerupuk?

 

Sudahkah Anda makan siang hari ini? Kalau sudah, apakah kerupuk menjadi menu Anda siang ini?

 

Salam kerupuk! Sewu gelo oleh lima.

 

Duri 18 November 2011,

1 Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. sewu gelo….tadinya saya kira….seribu kecewa…..🙂


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: