Perlukah Saya Marah Pada Pak Satpam?

October 23, 2011 at 12:16 am | Posted in TOMoGrafi | Leave a comment

Siang tadi, sehabis mengajak Wawan (Himawan) makan siang di RM Family Anda, saya mengajaknya ke kompleks perumahan tempatku tinggal. Ketika masuk melalui gate 3, satpam menanyakan pass kendaraan, dan kuberikan passnya. Setelah memeriksa sebentar, kemudian dia memberitahu kalau pass motornya kadaluarsa dan disita passnya.

Motor yang kupakai memang motornya Antok, kupinjam karena pass motorku habis. Sayangnya saya tidak mengecek dulu kapan pass motor Antok habis, saya hanya berasumsi kalau STNK-nya hidup ya pass motornya hidup. Sebagai restricted industrial area, memang tidak setiap orang bisa masuk kawasan perumahan tempat aku tinggal, perlu vehicle pass baik untuk mobil ataupun motor yang masuk. Ketika dulu UGM akan memberlakuka karcis parkir untuk semua orang, saya mengusulkan vehicle pass, mungkin jadinya pakai KIK plus disinsentif bagi yang tidak eligible.

Kembali ke masalah passku, saya kemudian menimbang-nimbang untuk kembali memakai motor Antok untuk mengantar Wawan ke hotelnya. Setelah mengelilingi komplek perumahan dan perkantoran, serta beristirahat sebentar, akhirnya saya mengantar dengan motorku. Kalau diminta pass-nya lagi ya dikasih, toh buatnya gratis, cuman perlu fotokopi badge, stnk dan SIM. Setelah sempat membeli oleh-oleh di pasar Duri, saya mengedrop Wawan di hotel Susuka. Saya langsung balik ke rumah, dengan harap-harap cemas melewati gate 3.

Ketika mendekati gate 3, saya sudah siap dengan segala macam argumen kalau passnya ditahan lagi, bilang tadi kan udah diambil, dikasihkan langsung, atau mengeluarkan badge langsung. Ndilalah, kebetulan, ketika saya masuk melalui gate 3, tidak diperiksa sama sekali. Entah karena satpamnya capek, atau sudah hapal dengan motorku, biasanya sih cuman ditanya passnya ada ndak.

Ketika sampai di rumah, saya mikir-mikir. Perlukah saya marah, dongkol, mangkel atau komplain ke satpam yang menyita pass motor? Ataukah saya mesti marah kepada satpam yang tidak memeriksa pass motorku? Ataukah saya malah seharusnya berterima kasih kepada satpam yang menyita passku karena sudah menjalankan tugasnya dengan baik, dan juga berterimakasih kepada satpam yang tidak memeriksa pass motorku sehingga pass motorku tidak disita?

Salam pass-passan!

Duri, 22 Oktober 2011

Melas/ Ngopeni males/ Lingsir wengi kang kekes

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: