Apakah memberikaan uang tips itu perlu?

September 22, 2011 at 9:51 am | Posted in TOMoGrafi | 1 Comment

Kemarin siang, saya mengikuti perbincangan dua orang teman yang masing-masing sudah dua tahun tinggal di Amerika. Yang seorang, menyangkal kalau Amerika itu negara bebas, karena banyak aturan yang harus diikuti, sampai-sampai anaknya yang masih kecil tidak suka Amerika karena banyaknya aturan itu. Menurutnya, salah satu kebebasan yang ditunjukkan dalam berpakaian “terbuka”, hanya terjadi di musim panas dan pada kaum wanita saja. Entahlah, wong saya belum pernah tinggal lama di Amerika, cuman seminggu ini saya belum melihat wajah sebening Jessica Alba, Kim Kardashian atau Salma Hayek.

Sementara teman yang lain, menyampaikan salah satu keunggulan Amerika dalam masalah ketertiban, salah satunya dalam bentuk mengantri. Dia juga menyampaikan kelebihan yang lain yaitu budaya memberi tips kepada pekerja servis yang melayani kita. Beberapa kali memang saya melihat diA memberi tips kepada pramusaji di restoran hotel, sopir taksi dan sopir mobil shuttle hotel. Saya sendiri pun beberapa kali memberi tips atau melihat teman menambahkan di billsnya charge untuk tips.

Namun, kemarin sore, sehabis saya mencuci pakaian (lagi) di tempat laundry umum, saya mau memberi tips kepada penjaganya, ndak banyak sih, dan ditolak. Padahal dia sudah membantu menunjukkan mesin cuci mana yang lebih bagus, membantu ketika mesin cuci yang kupakai stuck dan tentu saja memberikan rasa aman. Ini pertama kali pengalamanku memberi tips ditolak, yang memberiku pelajaran kalau tidak semua orang dan pemberi jasa mau menerima tips. Jadi siapa saja yang berhak menerima tips? Atau jenis jasa apa saja yang mengharuskan kita memberi uang tips?

Yang jelas, meskipun tipsku tidak diterima oleh penjaga laundry, tetap saja saya memberi uang tips kepada sopir mobil shuttle yang mengantar dan menjemputku dari hotel. Dan diterima dengan thank you! Apakah Anda pernah memberi uang tips? Berapa besar tips yang sebaiknya diberikan?

Kembali ke paparan teman saya, masalah antri memang saya lihat orang-orang di sini cukup tertib, juga anak-anaknya. Namun satu hal yang saya lihat beberapa kali, orang mengemudi sambil berbincang dengan menggunakan telpon. Tidak tahu saya apakah ini kebiasaan yang diperkenankan di sini.

Salam tipis, eh tips!

Houston, 21 September 2011

1 Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Mas Komo,
    sudah 2 bulan ini, boss saya asli amrik… orang florida… iya, sebenarnya orang USA itu puritan juga loh… walaupun belum pernah ke sana, jadi punya bayangan bagaimana USA bisa jadi negara besar, padahal banyak etnis juga, salah satunya ya itu : aturan yang ditaati oleh semuanya secara fair.
    Anak2 sd umur 17 tahun, diproteksi oleh banyak peraturan , setelah dewasa, mereka akan ‘bebas’…..
    Kemabli ke masalah Tips…. server di sana hidupnya mengandalkan tips, karena basic salarynya kecil sekali… ada aturan tidak resmi?, kalau di restoran , harus kasih tips 10% minimal, kalau mau disebut berbudaya, he he…
    Juga untuk housekeeping di hotel… kalau mau kasih tips, biasanya taruh saja uang pecahan kecil di atas bantal… kalau kita merasa puas dengan kebersihan kamar… (yang pasti, sprei lebih enak rasanya, he he, kadang2 bisa dapat extra air mineral compliment)
    Kalau penjaga laundry, mungkin mereka sdh dapat fee dari jasa laundrynya?

    irvan
    yang belajar utk kasih tips


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: