Lebaran Ketupat

September 9, 2011 at 10:48 am | Posted in TOMoGrafi | Leave a comment

Lebaran Ketupat

Kemarin siang (6 September 2011 red), saya sekeluarga mudik ke rumah Ibu di Klaten. Kebetulan tanggal 8 Sayawal bertepatan dengan tradisi lebaran ketupat di ndesa masa kecil saya. Pada tanggal 8 Syawal, warga ndesa kami biasanya membuat ketupat, bukan pada tanggal 1 Syawal seperti lazimnya di daerah lain.

Saya sendiri tidak tahu sejak kapan lebaran ketupat ini ada, mungkin sejak syiar Islam di daerah sekitar mBayat oleh Sunan Pandanaran. Logika yang mengiringi tradisi ini, mungkin pada hari kedua Syawal mulai puasa Syawal 6 hari, dan hari ke delapan Syawal berlebaran ketupat untuk memungkasi puasa ramadlan ditambah puasa Syawal.

Opor Ayam

Seperti lazimnya lebaran-lebaran ketupat sebelumnya, Ibu memasak ketupat beserta teman-temannya, seperti sompil, legendha, bubuk dhele, opor ayam dan sambel goreng tholo. Sompil, mirip dengan ketupat bahan dan cara memasaknya, hanya bungkusnya daun bambu apus yang dibentuk segitiga untuk menggantikan selongsong ketupat. Sedangkan legendha, berbahan ketan dan irisan kelapa yang dibungkus janur yang tidak dianyam. Sompil dan legendha biasanya melengkapi makan ketupat.

Legendho

Ketika kami datang, tidak langsung menikmati ketupat. Anak-anak saya bermain dan melihat kereta dan kemudian saya bersama Afa berziarah di makam almarhum Bapak. Selain berdoa di depan pusara alm Bapak, saya juga menunjukkan Afa makam-makam almarhum kakek-nenek dari pihak ayah dan Ibu, hal ini saya lakukan untuk mengajarkan dia di mana leluhur dia dimakamkan.

Sambel goreng tholo

Selepas maghrib, ketika keluarga besar dari Jogja sudah berkumpul, akhirnya kami menikmati makan ketupat bersama-sama. Piring-piring ketupat dan sompil yang sudah disiapkan dipiring segera disajikan, bersama dengan opor ayam Klaten, bubuk dhele, sambel goreng tholo dan makanan kecil lain. Sayapun kemudian menikmati makanan istimewa ini, yang teramat enak dan selalu kami nantikan di lebaran ketupat. Memang, makanan terenak adalah masakan orang tua kita, ketika kebersamaan dan nostalgia memperenak citarasa makanan yang kita nikmati.

Bubuk Kedelai

Ketupat Opor Ayam

Seusai makan, Eyangnya Afa ujung ke Ibu, hal yang biasa dilakukan semenjak kami menikah dan almarhum Bapak masih ada. Akhirnya, kami kembali ke Jogja ketika adzan Isyak, dengan membawa cerita dan kenangan lebaran ketupat tahun ini.

Bagaimana dengan lebaran Anda? Apakah juga ada lebaran ketupat seperti di ndesa masa kecil saya?

Salam ketupat!

Sleman, 9 Syawal 1432 H

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: