Keripik Bayam Ibuku

September 1, 2011 at 4:18 pm | Posted in TOMoGrafi | Leave a comment

Setiap lebaran, di rumah biasanya tersedia makanan-makanan kecil buatan Ibu. Jenis makanannya beragam dan tetap dari lebaran demi lebaran, antara lain tape ketan, emping mlinjo, kripik pisang, dan yang istimewa kripik bayam. Makanan-makanan ini tidak inferior untuk bersanding dengan makanan pabrik seperti biskuit, astor, dan kue2 lainnya.

Makanan-makanan kecil bikinan sendiri itu, selain enak dan berbiaya murah, juga meninggalkan kesan yang mendalam. Tape ketan misalnya, hampir dibuat oleh setiap rumah di kampungku, dan tentu saja bikinan ibuku termasuk yang paling enak, matangnya merata dan rasa manisnya hampir sempurna. Saya bisa membandingkan karena sewaktu kecil setiap lebaran saya keliling seluruh tetangga kampung untuk ujung, dan menikmati makanannya tentu saja.

Makanan lain yang menurut saya istimewa adalah keripik bayam, istimewa karena rasanya dan hanya sedikit tetangga yang membuatnya. Dulu Ibuku membuatnya dari tanaman bayam yang ditanam di halaman warisan kakek yang cukup luas. Ibuku memiliki resep tersendiri untuk adonan tepung yang dipakai untuk melumuri lembar demi lembar daun bayam. Resep yang sederhana, namun menghasilkan cita rasa keripik bayam yang tiada duanya. Saya beberapa kali membeli keripik bayam di supermarket, namun tak ada yang seenak bikinan Ibuku. Entah karena Ibu yang pintar memasak atau karena gratis, yang jelas beberapa kali saya minta dipaketkan keripik bayam ketika puasa di negeri seberang.

Kemarin sore, seperti lebaran-lebaran sebelumnyan saya pulang ke rumah kecil yang didirikan di atas reruntuhan rumah masa kecilku yang diluluhlantakkan gempa Mei 2006. begitu saya datang, setoples keripik bayam sudah tersaji di ruang tengah, dan saya pun segera menikmatinya. Ternyata, saya tidak menikmati keripik itu sendirian, karena Afa, anak sulungku yang berumur 6 tahun juga sangat menyukai keripik itu, dan segera membawa setoples bayam itu di depan TV. Wah ternyata kesukaan terhadap keripik bayam ini menurun pada anakku.

O, iya, apakah Mas-mas dan mBak-mBak memiliki makanan favorit di rumah ketika lebaran? Sekedar informasi, di rumahku ketupat disajikan seminggu setelah lebaran, bada kupat namanya. Pada saat itu, ketupat disajikan bersama dengan sompil, legenda, bubuk dhele, opor ayam, sambal goreng krecek dan peyek kacang.

Sleman, 1 Syawal 1432 H

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: