Pulung: Menyemai Asa di sebidang Sawah

August 4, 2009 at 8:30 pm | Posted in Tarian Jemari | 12 Comments
Tags: , , , ,

Pulung: Menyemai Asa di sebidang Sawah

3 Juli 2009, sehabis maghrib, saya sedang chating dengan Afa dan Ibunya. Tengah asik-asiknya chating, tiba-tiba ada telpon masuk ke hp-ku, dari nomer Ibunya Afa. Lha lagi chating kok telpon, ada apa? Kemudian telpon saya angkat. Ternyata yang telpon Eyang Kakungnya Afa. Beliau memberi tahu kalau ada orang menawari tanah, tidak berapa jauh dari rumah, luasnya Y ribuan meter, harga penawaran xxx  ribu / meter.

Wah kebetulan fikirku, soalnya sejak tahu lalu kami sudah berencana untuk membeli sebidang tanah untuk persiapan masa depan kami. Rencananya kami membeli di daerah yang dekat kampus, dengan alokasi budget sekitar YYY-YYZ  jt. Eyangnya Afa, juga menambahkan info, kalau harganya masih bisa ditawar, dan pemiliknya hanya butuh cepat uang XYZ  jt, sisanya bisa dilunasi nanti.

Saya kemudian meminta Eyangnya Afa untuk menegokan harga, dan apalagi kalau menurut beliau lokasi dan harganya baik. Beliau juga akan mencarikan tambahan uang untuk menutupi uang muka XYZ  jt, karena tabungan kami tidak mencukupi, dan proses peminjaman ke bank membutuhkan waktu.

sawahkuLokasi Sawah

Minggu, 5 Juli 2009, sepulang dari mengajar di Wonosobo, Eyangnya Afa menemui pemilik tanah untuk menegosiasi harga. Pemilik tanah menurunkan harga penawaran menjadi xxy ribu/ meter dan Eyangnya Afa menawar xyy ribu/ meter. Malamnya saya menelpon Eyangnya Afa dan mengetahui hasil negosiasi ini, dan mendiskusikan skema pembayaran. Eyangnya Afa berjanji besok akan menemui pemilik tanah dan menegosiasikan harga. Keesokan harinya, Eyangnya Afa menemui lagi pemilik tanah, dan akhirnya terjadi kesepakatan harga, xyz  ribu / meter, dengan syarat kami yang harus membayar pajak penjualan dan pajak pembelian sesuai dengan NJOP, biaya balik nama  dan notaris. Eyangnya Afa kemudian menelpon saya dan memberitahu hasil negosiasinya, dan saya pun mengiyakan untuk membelinya

Selasa 7 Juli 2009, Eyangnya Afa bertemu lagi dengan pemilik tanah, mengukur luas tanah dan sekalian ke notaris untuk  membuat akta jual beli. Dalam akta jual belinya, kami harus membayar sejumlah XYZ  juta dan sisanya akan dilunasi akhir Agustus. Dan pada hari Jum’at 10 Juli 2009, Eyangnya Afa melunasi pembayaran pertama sebesar XYZ  jt yang berasal dari pinjaman Budhe Har, tabungan Ibu dan tabungan Ibunya Afa.

100_5098Foto Sawah

Tanggal 18 Juli 2009, saya pulang ke Jogja, mengambil jatah domestic leave, untuk mengantar Afa masuk TK di Budi Mulia Dua Pandeansari dan menghadiri pernikahan Om As. Saya sempat melihat lahan sawah yang kami beli, sempat mengambil gambarnya seperti foto di atas. Lokasi tanah kami terletak di sebelah utara dusun Kawedan, luasnya AAAA m, lebar depan AB m, di bagian barat berbatasan dengan jalan aspal, di bagian timur dibatasi oleh sungai, sementara di utara dan selatan dibatasi oleh sawah lain. Lokasi tanah kami memiliki ketinggian sekitar 300 meter di atas permukaan laut dan terletak sekitar 20 km dari pusat kota Jogja.

Saat ini, sawah kami sedang ditanami padi oleh penggarap yang dipercaya oleh pemilik sebelumnya, sementara di sebelah utaranya kebun salak, dan sebelah selatannya ditanami padi juga. Di pematang sawah ada beberapa pohon kelapa dan pisang.

100_5495Di Sawah

Minggu 23 Juli 2009, saya sempatkan mengunjungi lagi tanah kami bersama dengan Susilo, adik saya yang lulusan Teknik Sipil UGM. Saya ingin mendengar komentar dia mengenai lokasi dan potensi tanah kami. Menurut dia tanah kami sangat bagus, lebar depannya cukup panjang dan luasnya sangat memadai.

Menurut Eyangnya Afa, dalam jangka panjang tanah ini cocok untuk dibangun menjadi klinik ataupun rumah tinggal. Sedangkan menurut Pak Dhe Sya’ean, tanah ini sangat sesuai untuk  dijadikan kebun salak. Beliau menyarankan agar tanah ini diratakan dulu, dan kemudian ditanami dengan salak pondoh jenis yang bagus, seperti salak madu Probo. Ide ini sesuai dengan rencana jangka pendek kami. Menurut beliau, kalau ditanami salak, dalam satu dua tahun pertama bisa mendapat penghasilan dari menjual bibit salak anakannya [kalau bibitnya bagus], ini menjadi pemasukan tambahan sebelum pohonnya menghasilkan buah. Berdasarkan pengalaman tetangga-tetangga, kebun salak yang terawat dengan baik akan mengalami BEP dalam jangka waktu 7 tahun. Cukup menarik.

Saat ini, yang paling penting bagi kami adalah menyelesaikan sisa pembayaran dengan menggunakan skema Bank. Dan yang tidak kalah penting bagi kami, saat ini kami sudah mulai memiliki aset yang berasal dari  kerja keras kami berdua, yang didukung penuh oleh keluarga kami. Mudah-mudahan langkah kecil kami ini lancar, dan menjadi awal dari kesuksesan-kesuksesan kami di masa mendatang. [kom]

12 Comments »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. x=1 apa x=9??

    • Dhe jokir, klo harga disebutkan mengko komo di loke umuk…point ceritane rak tuku tanah ki pulung lan jodhon…

      • Bukan karena takut di bilang umuk Pak Dhe Soe…. cuman ndak pede ketahuan harganya yang relatif murah🙂.
        Ndak ding, karena blog bisa dibaca oleh semua orang maka kurang bagus kalau saya tuliskan harganya.
        Kemarin kami dapat xxxK/ meter, dari harga penawaran xyzK.

        Betul Pak Dhe Soe, konon tanah itu pulung,
        ning kayake kita tidak akan ujuk-ujuk ketiban pulung kalau kita tidak melakukan preparation. Konon success = luck + preparation.
        Beberapa preparation yang kami lakukan a.l:
        1. Mencari informasi tentang tanah di Jogja. Dulu kalau mudik ke Jogja saya selalu beli KR weekend, dan melihat iklan yang menjual tanah di Jogja. Beberapa kali survey, kadang-kadang serius, kadang-kadang sekedar window shopping.
        2. Menyiapkan skema pembayaran via bank. Untuk pegawai yang bekerja [permanen] seperti saya, skema bank diperlukaan untuk melunasi pembayaran ke pemilik tanah.
        3. Menyiapkan mindset untuk membeli tanah. Kami biasanya mempunyai planning yang matang sebelum membeli sesuatu [biasanya baru terlaksana setahun kemudian], ketika ada kesempatan kami bisa membuat decision yang cepat [dan menguntungkan].

  2. Bab Pulung iki aku pernah ngalami, tahun 85 an aku beli tanah tidak bertuan dg harga sangat miring di Kramatjati dekat RS Polri itu , belum genap 3 tahun harga tanah melejit seiring dg kebijakan uang ketat thun 88 an shg tanhku tsb berlipat lipat harganya , sejak itu karena mendapat pulung dari tanah kok sakjake enak saya ketrusan jadi “makelar” rumah / tanah , Kemudian beli di depan UPN Ringroad itu , 2 tahun lalu tak jual laku 1 Jt/m, arep tak tukono di Cassa Grande kok koyone wis angel munggahe lagi . akhire beli ditempat lain. Ini saya masih punya dagangan arep dijual nek ono sing butuh di Tebet Timur Setelah RS Tebet Pancoran belok kiri dekat pomp bensin luas 300an m dg jalan 2 mobil harga pasaran. Ada lagi di Klaten di depan Kantor Pemda masuk dikit luas 250 m ( sekalian iklan , bagi yg minat langsung kontak saya , nek karo temen special price…….plus ada bonus bonusnya )

    ISM

    • Kang mangil kok aku ora pernah ditawani ngerti-2 wias berkali-2 transaksi to !!, opo mergo aku sing sering ngritik lan kebacut ora percioyo karo iklan/ dobosane sampeyan ?/!!!

  3. Wah memang betul2 pak dhe Ismail ini ahli disegala bidang, kecuali bidangnya sendiri, lha wis geologist koq bisa sukses juga jadi tengkulak tanah lho, padahal ora ono bakate, eh kalau bakat mungkin dah ada sejak kecil ya dhe …? selamat deh, moga2 banyak tanah2nya yg cepat laku dibeli orang & beli lagi yg lebih murah trus dijual lagi dengan harga ber-lipat2 seperti tanah2 lainnya sebelumnya … aku melu ngiklanke lho dhe, ntar dapet 5% ya dhe … hehehehe , btw met berpuasa Ramadhan mulai besok sabtu, mohon maaf lahir & bathin, semoga kita senantiasa diberikan kesehatan & kekuatan sehingga mampu menjalankan ibadah puasa Ramadhan ini dengan se-baik2nya & se-ikhlas2nya agar diterima puasa kita olehNya supaya kita senantiasa bertaqwa kepadaNya … aameeen.

    wass,

    nyoto’74

    • Kangmas Nyoto iki kok nggak biso menarik benang merahnya tetang diri kang mangul, dia itu kan jago ndobos bahkan kalau ndobos sambil dibumbu-2i penyedap idan cenderung di “blow up “, Persis jurkam utowo bakul jamu di pasar-2, biasane profesi tsb kan jago ndobos muluk-2 bumbune, jagi “blow-up “, persis jurkam, biasane yo berhasil karena mung modal “abab” entuk imbalan akeh / koyo calo2-, bahkan mungkin untunge luwih akeh calone ketimbnang penandang modal, nganti neng akhirat deweke yo untung, entuk gebug-an soko malaikat luwih akeh,lan entuk sumpah serapah wong akeh : penyandang modal sing malah untung setitik, lan sumpah serapah wongng sing kemakan dobosane, dadi memang malah untung akeh luwih akeh ketimbang penyandang modal !!!, Kepada dulur-2/ teman-2 menjelang bulan Romadhon ini saya dan keluarga mohon maaf lahir bathin, semoga Allah SWT memberikan kekuatan fisik dan iman kita agar dapat menjalankan ibadah zRomadhon dan Ibadah-2 sunnah lainnya, serta kita termasuk umatNya yang beruntung mendapatkan malam Lailatul Qodar, amien3x yaarabnbal’alamiin., aku ora wani nyebut kang mas Nyoto dg juluksan bekennya : mas Genyok “ mergo arep njaluk ngapuro menjelang Puasa kok !!, koyo mbiyen naliko ketemu persis di bawah Ka’bah naliko ono sumur ZamZAm, weruh soko rodo adoh atrep mbengok “Nyoook” kok sadar iki lagi Ibadah Haji lan lagi persis ono ngisor Ka’bah wedi kualat dadi mung mbengok EEEEEE!!!!!!, karo melambaikan tangan wae

      Khozins geol’74

  4. […] kesepakan harga dan jual beli pun terlaksana. Cerita mengenai pembelian tanah ini ada di sini Menyemai Asa di sebidang Sawah . Untuk membayar tanah ini, skema pembayaran sama dengan sewaktu membeli mobil, cuman karena […]

  5. Mas, wah, wah, wah, sing wis duwe tanah kiy… hehehe…
    saiki wayahe bersyukur kiy wis entuk, dadi golekne alternatif tanah mas nggo aku, neng wilayah Sleman, sing rodo jembar.
    Bapak moro tuwo ku sih pengen nukok-ke lemah nggo putrine kiy, mumpung sih ono niat dakwah ngendikane Beliau ^_^
    Tulung yo mas, jenengan sing ngerti tanah, hi2.
    Nek aku cen wis kepathok ora bakal ninggal Jogja, dadi yo saiki kudu golek settlement sing nyaman nggo anak putuku sesuk.
    Trims yo mas, sadurunge ^_^

    • Didin,
      pinginnya tanah di daerah mana dan berapa luas?
      Biasanya kalau di sleman ndesa Bapak mertua yang cukup update masalah tanah ini. Kemarin beliau juga yang ditawari dan aku cuman mengiyakan saja.
      Kapan pulang ke Jogja? kapan survey bareng saja po?

  6. salam kenal mas.. gimana cara ngajukan pinjaman ke bank untuk beli sawah? ada trik2 khusus ngga

  7. saya mo jual sawah didaerah bantulan – janti yogyakarta dekat dengan ambarukmo plaza, kalo berminat tolong hub saya di 0857 – 43335555. thanx


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: