Munas kampung-UGM di Pondok Sunda Senayan City

May 11, 2009 at 8:36 pm | Posted in Kuliner, Tarian Jemari | Leave a comment
Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Munas kampung-UGM di Pondok Sunda Senayan City

Pondok Sunda Senayan City LG. 78, Jl. Asia Afrika Lot 19, Jakarta SelatanTelp: 021-72781388

Selasa, 5 Mei 2009, saya bertemu dengan Mas Rovicky di lantai bawah JCC. Mas Rovicky merupakan kakak kelas saya di geologi dan mentor “virtual” di milis kampung-UGM. Saat itu saya baru selesai mengecek poster yang dipamerkan pada saat IPA conference yang ke-33, sedangkan Mas Rovicky sedang mengobrol dengan Mas Iswani dan Mas Henry Banjarnahor. Mas Rovicky kemudian menyuruh saya untuk mengadakan gathering milis kampung-UGM, lokasinya di Senayan City, waktunya Rabu malam. Saya kemudian minta tolong Intan untuk membuat undangan di milis kampung-UGM.

Rabu, 6 Mei 2009, saya, Afa dan Ibunya berangkat dari hotel Mulia jam 19.00. Awalnya saya tidak akan mengajak Afa karena dia kelihatan capek setelah seharian main-main ke Sea World dan Gelanggang Samudera, namun dia minta ikut dan ndak mau ditinggal di hotel dengan Ibunya. Kami kemudian naik taxi di depan hotel Mulia. Anung sudah sampai duluan, dan menunggu di lower ground Senayan City, Mas Rovicky juga sudah sampai, saya kemudian menginfokan posisi Anung ke Mas Rovicky.

Jam 19.30 kami bertiga sampai di Senayan City, perlu waktu 30-an menit untuk menempuh jarak Mulia-Senayan City yang hanya sekitar 1 km-an [termasuk nunggu taxi], padahal kalau sendirian jalan kaki cuma perlu waktu sekitar 15 menit. Anung dan Mas Rovicky sudah menunggu, dan kamipun kemudian mencari tempat untuk makan malam dan mengobrol.

Saya dan Mas Rovicky tidak mengetahui tempat makan yang enak [makanan dan suasananya], sehingga keputusan di serahkan ke Anung. Anung kemudian mengajak kami ke Pondok Sunda di LG. 78. Begitu masuk, kami langsung diminta untuk memilih lauk. Ada bermam-macam lauk dan sambal khas rumah makan Sunda yang disediakan rumah makan ini. Setelah memilih lauk untuk makan malam kami, kami kemudian mengambil tempat duduk di bagian belakang, yang rencanananya dipesan untuk 6 orang. Sambil menunggu pesanan makanan kami datang, kami berdiskusi ngalor ngidul. Salah satunya, Mas Rovicky menyarankan posisi kontrak ataupun permanen, yang paling penting adalah besarnya penghasilan pertahunnya kalau mau pindah pekerjaan. [Menurutku ini cocok untuk Mas Rovicky yang mempunyai reputasi yang sangat baik dan jaringan yang luas, sementara saya masih membangun reputasi itu]

Tidak berapa lama kemudian, pesanan makanan kami sudah tiba. Anung dan Mas Rovicky memilih lauk a.l tahu isi, empal, tempe bacem, ayam bakar dan mendoan. Sedangkan saya dan Ibunya Afa memesan ikan asin, tahu goreng, mendoan, ayam bakar usus goreng dan sate udang. Afa tidak kalah memesan sop buntut.

LaukLauk Anung dan Mas Rovicky

LaukLauk Kami

Sop BuntutSop Buntut

Kami juga mengambil beberapa jenis sambal untuk menemani makan malam kami, yaitu sambal mangga dan sambal kemangi.

SambelSambel Kemangi

sambel Sambel Mangga

Sedangkan untuk minumannya Anung memesan es ketan hitam, saya memesan es kacang merah dan Afa memesan es kelapa muda.

es ketan hitamEs Ketan Hitam

Es Kacang MerahEs Kacang Merah

Setelah hidangan lengkap, kami pun memulai makan malam kami. Rasa lapar yang berpadu dengan aroma masakan kahs Sunda [kelas mall] membuat makan malam kami terasa nikmat. Saya makan malam dengan lauk tahu, tempe dan usus goreng, menu yang cukup sederhana, namun justru yang sederhana itu terasa nikmat karena jarang saya makan dengan lauk itu. Afa cukup menikmati es kelapa mudanya dan sate udang pesananannya, sementara sop buntutnya tidak disentuh. Ibunya Afa juga menikmati makan malamnya. Sementara Mas Rovicky dan Anung juga enjoy menikmati makan malamnya, mungkin karena rasa lapar yan menuntut untuk segera diobati dengan makan malam.

AfaAfa Menikmati Makanan dan Minumannya

RiniBu Rini Menikmati Makanan

MenikmatiMenikmati Makan Malam

Ketika kami sedang menikmati makan malam, Kang Hasan [Hasanuddin Abdurakhman] datang bergabung dengan kami setelah beliau menempuh perjalanan dari kantornya di Cikarang. Kang Hasan kemudian memesan makan malam dengan lauk udang.

Setelah semua selesai makan, acara dilanjutkan dengan mengobrol ngalor ngidul ala munas kampung-UGM. Materi obrolannya dari masalah politik tentang Antasari Azhar, masalah demokrasi, pemilu dan hasilnya, masalah nano teknologi dan material science, masalah segmentasi pabrik plastik, sampai dengan masalah Agama dan Tuhan. Mas Rovicky dan Kang Hasan terlihat menikmati diskusinya, sementara saya dan Anung sesekali menimpali, Afa tertidur di pangkuan Ibunya dan Ibunya Afa hanya menyimak diskusi yang mengalir. Ketika sedang asyik-asyiknya diskusi, Jono [vivanews] datang bergabung dengan kami, segera dia memesan makan malam, dan ikut meramaikan diskusi.

MunasMunas kampung-UGM

Diskusi yang menjadi bahan obrolan malam ini, sangat menarik dan mencerahkan. Meskipun kami sering berbeda pendapat ketika menulis di milis kampung-UGM, namun ketika bertemu menjadi sangat akrab, apalagi pertemuan memang moment langka yang selalu dinantikan. Banyak pencerahan yang saya peroleh malam ini, baik politik, karier, nano teknologi dsb-nya dan tentu saja makan malam yang nikmat dengan menu khas sunda yang ditraktir Mas Rovicky. Akhirnya, waktu jua yang membuat munas kampung-UGM diakhiri jam 22.00, karena warung sudah akan tutup, meskipun kami masih belum puas untuk berdiskusi. Setelah Mas Rovicky membayar makan malam untuk kami bertujuh, kami balik ke rumah dan hotel kami masing-masing. Kang Hasan balik ke Cikarang, Jono ke rumahnya, Anung ke BSD, saya, Afa, Ibunya dan Mas Rovicky balik ke Hotel Mulia diantar Anung.

Menurut saya, Pondok Sunda merupakan tempat yang tepat untuk gathering, makanannya lumayan enak dan suasananya nyaman untuk ngobrol [dari jam 19.30-22.00] dan lokasinya tidak begitu jauh dari penginapan kami. [by kom]

Foto-foto Munas yang lain ada di Foto-foto Munas

DAFTAR HARGA:– Ayam Bakar Rp. 14.500,-

– Empal Goreng Rp. 14.000,-

– Sate Udang Rp. 14.000,-

– Tahu Isi Rp. 5.000,-

Referensi Lain Mengenai Pondok Sunda Senayan City:

1. Menikmati makanan khas sunda di Pondok Sunda

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: