Tangkuban Perahu: Wisata Keluarga [Mantan] Pendaki

September 3, 2008 at 9:48 pm | Posted in Acara Keluarga, Ngulandara | 3 Comments
Tags: , , , , , , , , , , , ,

Tangkuban Perahu: Wisata Keluarga [Mantan] Pendaki

Banyak orang datang ke gunung, dengan banyak alasan, mungkin untuk melepaskan perasaan, mungkin untuk menaklukkan puncaknya. Demikian sebait lagu lama yang masih kuingat tentang gunung. Dulu aku sering mendaki gunung, dalam rentang waktu dari 1991-1998, aku sudah mendaki 30 kali, dan pensiun pada usia yang relatif muda 23 tahun.

Kini, sepuluh tahun berselang, aku kembali lagi ke gunung. Tidak dengan day pack di punggung dan sepatu tracking. Bersama keluarga, anak dan istri serta naik mobil rental sampai di tepi kawah Tangkupan Perahu.

Jum’at pagi, 29 Agustus 2008, seusai mengikuti PIT IAGI di Bandung, kami meluangkan waktu untuk berwisata ke Tangkupan Perahu. Jam setengah sembilan kami checkout dari Hyat Regency, dan menggunakan mobil rental menuju Tangkupan Perahu. Sayangnya jaketku ketinggalan di kamar hotal dan mesti balik untuk mengambilnya. Akhirnya jam sembilan kami berangkat ke Tangkupan Perahu, menggunakan kijang innova yang disopiri Pak Mulyono. Kami sempat mampir sebentar mengisi bensin dan membeli makanan kecil.

Kami sangat menikmati perjalanan ini, pemandangan yang indah di kiri kanan jalan, dan cara mengemudi Pak Mulyono yang bagus. Sesekali kami bercerita mengenai pemandangan di sekitar jalan, tentang penjual kelinci yang menjajakan kelincinya, tentang kebun strawbery yang bisa kita petik buahnya dsb. Jalan mulai berubah ketika kami meninggalkan jalan utama, dan menyusuri jalan mendaki arah ke Tangkupan Perahu, jalanan berlubang dan kurang terawat.

Jam sepuluh seperempat, kami sampai di parkiran mobil, di tepi kawah gunung Tangkupan Perahu, dan langsung disambut dengan hawa dingin pegunungan. Jaket dan pentup kepala segera kami pakai. Suasana khas tempat wisata mulai terasa, penjaja souvenir dan penyewa kuda tunggangan segera mnghampiri kami.

Kami memutuskan untuk jalan-jalan dulu, namun sebelumnya kami sempatkan foto di dekat papan nama Taman Wisata Gunung Tangkupan Perahu.

Afa dan Ibunya

Kami bertiga menyusuri jalan setapak di pinggir kawah Ratu, menikmati semilir angin gunung dan indah pemandangan. Sesekali kami berhenti dan berfoto menggunakan kamera digital. Kadang-kadang kami minta tolong tukang foto langsung jadi, untuk mengambil foto kami menggunakan kamera dia, dan kamera kami tentu saja.

Foto Bertiga berlatar Kawah

Berdua hasil Jepretan Afa

Afa Dekat Papan Penunjuk Jalan

Perjalanan kami akhiri di dekat papan petunjuk ke arah kawah Upas, karena kami merasa sudah cukup jauh berjalan dan tidak ada obyek lagi yang menarik. Kami kemudian berfoto-foto lagi di sini, dengan latar belakang kawah Ratu dan Puncak Tangkupan Perahu.

Afa dan Bu Rini Berlatar Puncak Tangkupan Perahu

Saya dan Afa berfose dekat “Dinosaurus”

Di tempat ini, kami menemukan tonggak kayu, yang oleh Afa disebut sebagai Dinosaurus. Dan kami pun berfose dekat Dinosaurusnya Afa.

Afa Mencium Bapaknya Berlatar Puncak Tangkupan Perahu

Kami kemudian berjalan kembali ke arah parkiran mobil, tidak lagi melewati jalan setapak di dekat pagar kayu di tepi kawah, tapi melalui jalan berbatu di dekat warung-warung. Kami juga sempat berhenti di dekat gundukan tanah, dan berfoto-foto lagi, Afa bergaya seolah-olah dia berhasil mendaki puncak gunung dan mengekspresikan kegembiraannya.

Berjalan Kembali

Afa Bergaya Sepertiku di Puncak Semeru

Di dekat tulisan kawah Ratu, kami pun berhenti lagi, dan meminta tukang foto langsung jadi untuk mengambilkan foto kami. Pemandangan di sini cukup bagus, cocok untuk berfoto bersama. Bisa berlawat kawah ratu, juga bisa berlatar kawah belerang yang masih mengepulkan asapnya.

Fose Bersama Berlatar Kawah Ratu 1

Fose Bersama Berlatar Kawah Ratu 2

Fose Bersama Berlatar Kawah Ratu 3

Kami juga sempat singgah sebentar di toko penjual souvenir, untuk mebelikan kaos-kaos bergambar gunung Tangkupan Perahu untuk oleh-oleh keponakan-keponakan di Jogja. harga kaosnya relatif tidak mahal, sekitar 20 ribu/ buah. Dan kami pun beli 6 buah kaos, termasuk buat Afa. Kami pun kemudain foto bersama lagi di dekat papan nama Taman Wisata Gunung Tangkupan Perahu.

Fose Bersama Setelah Capek Jalan-jalan

Kami dah bersiap-siap untuk melanjutkan perjalanan, namun kami surprise dengan permintaan Afa. Afa minta naik kuda bersama Ibunya, dan akhirnya kami naik kuda, saya sendirian, sedangkan Afa bersama Ibunya. Afa begitu menikmati naik kuda, bahkan seolah-olah dia berpacu, sementara saya sendiri kurang enjoy… karena jalan ngeri naik kuda di tepi kawah.

Naik Kuda

Setelah selesai naik kuda, Afa minta untuk diperbolekan menuntun kuda-nya.

Afa Menuntun Kuda

Jam setengah dua belas, akhirnya kami balik dari Tangkupan Perahu, menuju rumah makan Sindang Reret di Lembang.

Menurut kami, Tangkupan Perahu adalah salah satu tempat wisata terbaik yang pernah kami kunjungi. Pemandangannya sangat menakjubkan, udaranya yang sejuk dan tempatany mudah terjangkau dari kota besar [Bandung]. Mungkin akan lebih bagus kalau jalan menuju ke puncaknya diperbaiki aspalnya, dan diperbanyak fasilitas umumnya. [kom]

3 Comments »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. asyikkkkk ntu tangkuban perahu nya dhe Komo…Trie suka pemandangan alam nya yang luar biasa mantabb…

    ternyata memang benar, pemandangan paling indah itu ada di pegunungan,di puncak dari dunia ini..aku jadi tahu kenapa dhe Komo sampai 30 kali naek2 ke berbagai gunung di indonesa ini..

    kenikmatan yang bisa kita rasakan setelah kita mencapai puncak, merupakan kenikmatan yang sangat wooowww.. sukar untuk diucapkan dengan kata-kata..

    …tapi ko mbalah kendel Afa dhe numpak kudane..ahihihi,,masak bapaknya kalah ma Afa.. si kecil Afa aja berani naik kuda n nuntun kuda ko..😀 (ths)

    pengennnnnn naek gunung karo sopo ya…ahihihihihi

  2. wah enknya yah kalau bisa berlibur bareng eluarga,ditempat yang seindah dan secantik tangkuban perahu..aku jadi pengen.
    alam indonesia memang indah,tapi tak pernah dirawat dengan benar.

  3. bisa nih jadi alternatif wisata akhir tahun,..
    hemmm..
    pasti seru dehh


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: