Coring Sampel di Delta Mahakam

July 30, 2008 at 11:30 pm | Posted in Ngangsu Kawruh, Ngulandara | 5 Comments

Coring Sampel di Delta Mahakam

Kamis, 5 Juni 2008, saya sempat mengabadikan proses pengambilan core di dekat P Lantang Besar. Pengambilan core ini bertujuan untuk mengambil sampel sedimen di dasar sungai, kemudian di analisa untuk mengetahui lingkungan pengendapan dan proses-proses yang terjadi selama sedimentasi.

Alat-alat yang digunakan relatif sederhana, pemukul dari kayu, pipa pralon dan beberapa perlatan kecil lain seperti kain.

Pertama-tama, dilakukan penentuan titik lokasi tempat pengambilan sampel, dan kemudian boat di tambatkan dengan jangkar.

Berikutnya adalah menyiapkan peralatan, dan kemudian memasangnya. Setelah siap, kemudian pipa pralon dipukul dengan pemukul dari kayu dari atas boat, seperti gambar di bawah.

Dari Atas Boat

Kadang-kadang, proses ini mengalami gangguang, tidak semulus yang direncanakan, misalnya ujung pipa pecah, sehingga kalau tetap dipukul tidak akan memberikan tekanan yang optimal dan harus dipotong. Gambar di bawah menunjukkan proses pemotongan pipa pralon, karena posisinya tanggung, pemotong harus naik ke pundak rekannya.

Memotong Pralon

Setelah pralon terpotong, proses pengambialn data core dilanjutkan kembali. Kali ini sang pemukul mengambil posisi yang cukup heroik, satu kaki di atas pundak temannya, dan satu kaki lain di atas ban yang menempel di boat [lihat gambar di bawah]. Benar-benar posisi yang sulit, dengan tumpuan yang sedemikian sulit dia masih harus mengayun palu untuk menambah kedalaman pipa pralon menembus dasar sungai.

Di Pundak Teman

Ketika ketinggian pralon sudah terjangkau oleh tinggi sang pemukul pralon, dia tidak harus bertumpul agi pada temannnya. Dia cukup berdiri di atas dasar sungai, dan melanjutkan memujul pipa pralon sampai tinggi pipa pralon yang di atas sungai tinggal sedikit, dan pralon yang yang menembus dasar sungai cukup panjang dan bisa merecover sample sedimen yang cukup.

Melanjutkan Memukul Pralon

Akhirnya, ketika pralon sudah cukup dalam menembus dasar sungai, proses pemukulan pralon dengan kayu dihentikan. Dan pralon yang sudah terbenam ditarik ke permukaan, dengan membawa serta sedimen yang terperangkap di dalam pralon. Kerja keras mengambil sampel core berakhir, ketika pipa pralon yang berfungsi sebagai core barel berhasil diangkat ke permukaan. Dan dilanjutkan dengan kerja yang lain, mendeskripsi core.

5 Comments »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. mas komo…
    ada satu hal yang khas.. dan menggunakan simple teori fisika… pada saat
    shalow coring di mahakam (kebetulan fieldtrip 2 minggu stlah groupnya CPI)..
    Setelah pipa pralon ditutuk.. (dipukul) hingga nembus sedimen, cara ngambil
    sedimennya.. pralon yang ada di bagian atas di tutup sehingga kedap
    udara… ini persis sama klu kita makan es cendol dengan sedotan. kita
    tutup bagian atas sedotan dengan driji (jari) kita kemudian kita angkat
    terus bagian bawah es cendol dalam sedotan nggak jatuh.

    salam
    praw’95

  2. wah mas tomo…..piye kabare???
    betul tuh mas, penjelasannya ada yang kurang…..seperti yang disebutkan sama mas PRAW’95…sebelum diangkat pipa bagian atas harus ditutup agar swaktu diangkat sedimen yang sudah terperangkap tidak jatuh lagi….
    untuk yang kita lakukan diatas, pipa sebelumnya harus dibelah dua, kemudian disambung lagi dan dibagian bawah diberikan penahan yang dirancang sedemikian rupa, untuk meminimalisir sedimen yang sudah terperangkap tidak keluar lagi….
    kenapa pipa harus dipotong???
    agar memudahkan saat mengambil sedimen yang ada di dalam pipa….

    sukses mas…😉

  3. pie kabar-e mas…

    Saya liat fotonya, jd baru sadar kalo dilapangan suka nginjak2 orang,…he..he..he

    salam,
    ahmad

  4. Yth. Mas dari UGM,
    Wah begitu kerasnya kerja untuk mendapatkan 1 core saja. Sudah gitu jauh lagi ke Kaltim. Saya sarankan bapak main-main ke Puslitbang Geologi Kelautan, Jl. Dr. Junjunan 236 Bandung-40174. Telp: 022.6032020. Coba hubungi pak Masduki atau pak Mustafa. Mrk alumni geologi dan geodesi UGM. Coring adalah makanan sehari2 kantor kami. Sedih saya melihat cara kerja spt itu.

  5. Mas Komo,

    Saya sudah beratus kali lalu-lalang di seputaran rawa-rawa mahakam tapi belum pernah nyebur kaya gitu….

    Salam
    heru 95


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: