Satu fase terlampaui: Adikku lulus pendadaran

June 21, 2008 at 3:25 pm | Posted in Tarian Jemari | Leave a comment

Satu fase terlampaui: Adikku lulus pendadaran

“TA-ku entuk A Mas, dadi IPK-ku 3,00”, sms dari adikku yang nomer 3 masuk ke inbox-ku sore tadi.

Alhamdulillah, ucapku … akhirnya satu amanah telah tertunaikan dan ada seorang lagi di keluargaku yang bakal lulus dari UGM, T Sipil tepatnya.

Susilo, adikku yang nomer 3, minggu lalu pendadaran dan akhirnya dinyatakan lulus, tinggal yudisium. Bagi sebagian orang, lulus dari UGM merupakan hal yang biasa, dan kadang tidak meninggalkan kesan yang mendalam. Namun kalau melihat kilas balik perjalanan adikku ini, dua jempol tanganku rasanya tak cukup untuk mengapresiasi perjuangannya.

Suatu Kamis pagi di pertengahan 2001, telpon di kamarku berdering, kuangkat, ternyata dari adikku, dia hanya bilang keluarga di rumah baik-baik saja. Terus saya tanya, yang di AKPRIND gimana, dia bilang dah dibayar. Karena curiga, saya kemudian menanyakan, yang D3 UGM gimana? Dia jawab, diterima, tapi besok Sabtu harus membayar 3,4 jt. Kutanya lagi, kalau Bapak gimana? Dia jawab lagi, kalau ndak bisa nyari pinjaman lagi karena kemarin dah pinjam untuk nambahi bayar yang AKPRIND. Ternyata adikku bermaksud bilang keterima di D3 Sipil UGM, tapi ndak ada uang untuk membayar. Saya kemudian bilang, besok siang, ada temanku yang ngantar ke rumah uangnya, meskipun saat itu rekening tabunganku kosong karena habis dikirim untuk membayar di AKPRIND. Saya hanya mempunyai cadangan gaji yang belum dibayar sebulan, 2,5 jt.

Saya kemudian telpon dua orang teman, memberanikan pinjam uang untuk nalangi biaya masuk kuliah adikku. Alhamdulillah keduanya berkenan meminjami, salah satunya malah marah-marah kalau saya sampai melewatkan kesempatan adikku sekolah karena ndak ada uang [bertahun tahun kemudian saya bari tahu kalau dia anak residen Kediri]. Saya kemudian mentransfer uangnya ke rekening adik kelas SMA 3, dan meminta tolong dia untuk mengantarkan uangnya ke rumah Klaten.

Alhamdulillah adikku jadi kuliah di UGM, meskipun D3. Dan untungnya kuliahnya lancar, awal 2005 dia dah menyelesaikan diplomanya. Saya hanya mensupport uang kuliah, dan sedikit uang jajan, kekurangannya dia cukupi dari mengerjakan proyek-proyek pengukuran tanah dan uang dari ortu [saat itu adikku yang bungsu kuliah di IAIN Suka].

Pada saat adikku yang di D3 Sipil lulus kuliah, saya sudah menikah, dan kami berharap agar dia melanjutkan extension S1 di jurusan yang sama. Pertimbangangku pada saat itu, kalau D3 nanggung, sekalian S1, meskipun D3 juga sudah bisa menjadi bekal bekerja. Dia kemudian ikut tes, dan lulus. Unfortunately, dia mesti membayar uang hampir sepuluh juta, dan hampir bersamaan dengan anak pertamaku lahir, sementara di rekeningku cuman ada 10 jt yang kupersiapkan untuk biaya kelahiran anakku. Ibuku sudah bilang ndak usah sekolah lagi saja, untungnya istriku pengertian dan mendorong adikku untuk tetap sekolah lagi, sementara kami memutar otak untuk mencari pinjaman [lagi].

Akhirnya, saya memberanikan diri, untuk meminjam ke salah satu teman KLP 2, Medina, dari rekening tabungan bersama dia, dengan janji mengembalikan pada gajian bulan berikutnya, ditambah dengan Ibu meminjam ke tetangga dan menjual perhiasannya akhirnya adikku bisa membayar biaya masuk extension T Sipil. Ibu beruntung bisa meminjam uang di tetangga, karena sebelumnya Ibu meminjam tidak diperbolehkan, namun setelah pulang, yang dipinjami uang Ibu dimarahi orang tuanya, karena minjam uang untuk anaknya sekolah kok tidak boleh. Akhirnya Ibu diberi pinjaman, dan tanpa bunga. Awal Juni 2005, adikku menyelesaikan administrasi di UGM, dan 11 Juni anakku lahir, normal tanpa sesar, laki-laki. Mungkin benar kata Mas Rovicky, rejeki berkeliaran di depanku dan berkenan menghampiriku, karena tiga bulan kemudian saya diterima menjadi pegawai permanen di salah satu oil company yang besar. Dan biaya sekolah adikku tidak menjadi masalah [besar] lagi, karena saya mempunyai istri yang bisa mengerti keluargaku.

Pas pulang ke Jogja, awal Maret kemarin saya sempat menanyakan kapan dia pendadaran, dan adikku menjawab sebelum akhir Maret dosennya pergi lagi untuk waktu yang lama. 2 minggu yang lalu dia sms kalau mau seminar, dan selasa minggu lalu pendadaran. Alhamdulillah, satu fase perjalanan adikku akan segera terlewati, dan dilanjutkan dengan fase-fase kehidupan yang lain, mudah-mudahan dia bisa melalui dengan sukses.

Dan, satu fase dalam hidupku juga hampir terlampaui, seperti pesan salah satu dosen seniorku, Pak Wartono Raharjo,”Kamu tidak akan pernah bisa menggantikan peran orang tuamu, tapi kamu bisa membantunya untuk mencapai cita-citanya”, sewaktu saya singgah di ruang kerjanya, Lab Paleontologi. Almarhum Bapak, bercita-cita anak-anaknya memperoleh pendidikan yang sebaik-baiknya, meskipun dengan segala keterbatasan ekonomi yang kami miliki, karena hanya pendidikan yang baik yang akan beliau wariskan kepada kami, anak-anaknya. Untungnya Bapak sempat menghadiri wisuda D3 adikku, meskipun beliau tidak sempat menyaksikan adikku wisuda sarjana.

Selamat menjadi sarjana Adikku !! Kami bangga dengan apa yang bisa kamu capai dan raih.

Tak lupa kami mengucapkan terima kasih kepada:

1. 1. Pak Budianto Toha, yang memberi saya kesempatan untuk menjadi asisten proyeknya di Minas, 2001-2003

2. 2. Pak Doddy Priambodo, yang memberi saya kesempatan untuk bekerja di JOB Pertamina-Talisman [OK] 2003-2005

3. 3. Trimandiaz Thamrin dan Muh Attok yang berkenan berbagi di saat dibutuhkan

4. 4. Medina, sahabat berbagi cerita dan support finansialnya di saat kami butuhkan.

5. 5. dr. Rini Maya Puspita, istriku tercinta, atas kerelaan dan pengertiaannya untuk berbagi dengan adik-adikku.

6. 6. Bapak-Ibu dan adik-adikku yang sudah berjuang untuk menggapai pendidikan yang lebih baik.

Minas, awal April 2008

~Sulastama R

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: