Pendhak Pisan

June 21, 2008 at 4:06 pm | Posted in Acara Keluarga | Leave a comment

Pendhak Pisan

Sabtu, 7 Juni 2008, jam 19.15 wib. Pesawat Garuda yang kutumpangi dari Jakarta mendarat di Adi Sucipto Jogja. Setelah melalui perjalanan panjang dari Sepinggan-Sukarno Hatta-Adi Sucipto, aku kembali menginjakkan kaki Jogja, my lovely city. Ibunya Afa, Afa dan Bapak mertuaku telah menungguku di pintu keluar bandara, dan kamipun langsung melanjutkan perjalanan menuju rumah Klaten.

Hampir jam 8 malam kami sampai di rumah, sudah banyak tetangga dan tamu-tamu yang hadir, untuk bersama-sama memperingati pendhak pisan, peringatan setahun wafatnya almarhum Bapak. Rasanya baru kemarin, namun setahun hampir berlalu, sejak Bapak pulang ke hadirat Allah SWT pada tanggal 3 Juli 2007. Dan hari ini, meskipun tidak tepat setahun dalam hitungan jawa, kami bersama-sama memperingati kepergian beliau dengan melakukan doa bersama dan membaca tahlil dengan tetangga-tetangga dan murid-murid pengajian Bapak.

Tamu-tamu yang datang, bukan hanya tetangga di desa, namun juga tetangga-tetangga desa yang tergabung dalam kelopok-kelompok pengajian. Sekitar jam setengah sembilan, acara di mulai, pembacaan tahlil dengan dipimpin oleh Pak Kyai dari salah satu pesantren di Joton. Kebetulan beliau dekat dengan adik bungsu saya.

Lebih dari seratusan orang yang hadir untuk membaca tahlil bersama-sama, sehingga ruang tamu rumah tidak cukup [pendopo rumah sudah roboh pada saat gempa mei 2006], dan sebagian tamu duduk di latar dan kebon yang sudah digelari tikar. Mereka duduk di bawah rindang pohon, beralas tikar diatas tanah dan beratap langit. Sementara Ibu-ibu membantu menyiapkan makanan di dapur, mengolah dan menyajikannya untuk para tamu.

Sekitar jam setengah sepuluh, pembacaan tahlil selesai, dan diakhiri dengan membaca doa-bersama untuk alhmarhum Bapak. Anak-anak muda kemudian menghidangkan minuman dan makanan kecil untuk dinikmati bersama.

Acara kemudian di akhiri dengan makan malam bersama, dengan hidangan yang sudah disiapkan Ibu-ibu yang rewang di dapur. Dan setelah selesai, tamu-tamu pada pulang, namun masih ada beberapa saudara dekat yang ngobrol, lek-lekan sampai larut malam.

Ibu-ibu Memasak di Pawon

Tamu1

Hidangan untuk Makan Malam

Tamu 2

Menikmati Makan Malam

Menikmanti Makan malam 2

Menikmati Makan Malam 3

Menikmati Makan Malam 4

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: