Hari Pertama Afa Masuk TK Budi Mulia Dua Pandean Sari
August 16, 2009 at 11:41 pm | Posted in Acara Keluarga, Tarian Jemari | 3 CommentsTags: Budi Mulia Dua, Budi Mulia Dua Pandean Sari, FK UGM, FKG UGM, Hari Pertama Afa Masuk TK, Jogja, KFC, Stasiun Tugu, TK, Yogyakarta
Hari Pertama Afa Masuk TK Budi Mulia Dua
“Anak adalah personifikasi kehendak yang belum berpijak.
Orangtuanyalah yang dititipi tugas untuk memijakkan kehendak anak,
ke bumi kesadaran Illahi, ke bumi hati nurani dan ke bumi tanggungjawab sosial.”
Senin, 13 Juli 2009. Akhirnya hari yang kami nantikan tiba, hari pertama Afa masuk sekolah di TK Budi Mulia Dua Pandean Sari. Ya, setelah melalui seleksi dan diskusi yang panjang, akhirnya kami memutuskan untuk memasukkan Afa di TK Budi Mulia Dua Pandean Sari setelah dia menyelesaikan playgroupsnya di Budi Mulia Dua Blimbing Sari.
Di hari pertama masuk sekolah ini, yang merupakan hari istimewa, kami sengaja menyempatkan diri untuk mengantar Afa sekolah, saya mengambil cuti tahunan dan Ibunya Afa bolos kuliah di FK UGM.
Nampang Dulu
Jam tujuh pagi, saya sudah menyuruh Afa untuk mandi, saya juga sempat mengambil gambarnya, sayang dilarang Afa untuk di upload di sini, malu katanya. Setelah mandi dan memakai seragam sekolah, Afa nampang dulu di depan rumah, dengan seragam sekolah dan bergaya ala bolang, serial TV kesukaan dia.
Continue Reading Hari Pertama Afa Masuk TK Budi Mulia Dua Pandean Sari…
Pulung: Menyemai Asa di sebidang Sawah
August 4, 2009 at 8:30 pm | Posted in Tarian Jemari | 12 CommentsTags: Jogja, Menyemai Asa, Pulung, Sawah, Sleman
Pulung: Menyemai Asa di sebidang Sawah
3 Juli 2009, sehabis maghrib, saya sedang chating dengan Afa dan Ibunya. Tengah asik-asiknya chating, tiba-tiba ada telpon masuk ke hp-ku, dari nomer Ibunya Afa. Lha lagi chating kok telpon, ada apa? Kemudian telpon saya angkat. Ternyata yang telpon Eyang Kakungnya Afa. Beliau memberi tahu kalau ada orang menawari tanah, tidak berapa jauh dari rumah, luasnya Y ribuan meter, harga penawaran xxx ribu / meter.
Wah kebetulan fikirku, soalnya sejak tahu lalu kami sudah berencana untuk membeli sebidang tanah untuk persiapan masa depan kami. Rencananya kami membeli di daerah yang dekat kampus, dengan alokasi budget sekitar YYY-YYZ jt. Eyangnya Afa, juga menambahkan info, kalau harganya masih bisa ditawar, dan pemiliknya hanya butuh cepat uang XYZ jt, sisanya bisa dilunasi nanti.
Saya kemudian meminta Eyangnya Afa untuk menegokan harga, dan apalagi kalau menurut beliau lokasi dan harganya baik. Beliau juga akan mencarikan tambahan uang untuk menutupi uang muka XYZ jt, karena tabungan kami tidak mencukupi, dan proses peminjaman ke bank membutuhkan waktu.
Lokasi Sawah
Minggu, 5 Juli 2009, sepulang dari mengajar di Wonosobo, Eyangnya Afa menemui pemilik tanah untuk menegosiasi harga. Pemilik tanah menurunkan harga penawaran menjadi xxy ribu/ meter dan Eyangnya Afa menawar xyy ribu/ meter. Malamnya saya menelpon Eyangnya Afa dan mengetahui hasil negosiasi ini, dan mendiskusikan skema pembayaran. Eyangnya Afa berjanji besok akan menemui pemilik tanah dan menegosiasikan harga. Keesokan harinya, Eyangnya Afa menemui lagi pemilik tanah, dan akhirnya terjadi kesepakatan harga, xyz ribu / meter, dengan syarat kami yang harus membayar pajak penjualan dan pajak pembelian sesuai dengan NJOP, biaya balik nama dan notaris. Eyangnya Afa kemudian menelpon saya dan memberitahu hasil negosiasinya, dan saya pun mengiyakan untuk membelinya
Munas Kampung-UGM di Sate Samirono
July 22, 2009 at 5:26 pm | Posted in Kuliner, Tarian Jemari | 2 CommentsTags: Jogja, Kampung-UGM, Munas Kampung-UGM, Samirono, Sate Samirono
Munas Kampung-UGM di Sate Samirono
Sate Samirono, Jln Colombo 105/ 38, Samirono, Caturtunggal, telpon 0274 541288/ 541287
Kamis 16 Juli 2009, saya mengundang teman-teman milis kampung-UGM untuk melakukan gathering di sate Samirono, Jln Colombo. Kampung-UGm adalah komunitas alumni UGM yang tergabung dalam milis kampung-UGM@yahoogroups.com, dan merupakan salah satu milis alumni UGM yang paling aktif anggotanya. Kebetulan saya menjadi salah satu moderator milis itu, dan sudah menjadi kebiasaan untuk mengadakan kumpul-kumpul dengan anggotanya.
Daftar Menu
Pemilihan lokasi Sate Samirono karena beberapa hal, antara lain lokasinya yang di dekat kampus UGM sehingga aksesnya mudah buat kami, dan tentu saja karena cita rasa sate samirono yang sudah melegenda. Menurut beberapa teman, sate kambing samirono merupakan sate terenak di Jogja.
Pagilaran: Menemani Ibunya Afa Pengabdian Masyarakat
May 25, 2009 at 1:08 pm | Posted in Acara Keluarga, Tarian Jemari | Leave a commentTags: Batang, FKG UGM, Jazz, Pagilaran, Pengabdian Masyarakat, Yogyakarta
Pagilaran: Menemani Ibunya Afa Pengabdian Masyarakat
Jum’at 22 Mei 2009, saya, Afa, ibunya Afa dan Eyangnya Afa berangkat ke Pagilaran. Ibunya Afa akan berpartisipasi sebagai dokter umum di pengobatan masal dalam rangka ulang tahun PT Pagilaran. PT Pagilaran adalan salah satu perkebunan teh di Batang, yang beralamat di Pagilaran, Kec. Blado, Kab. Batang Telp. (0285) 414030.
Kami berangkat dari rumah jam 8 malam, menggunakan jazz. Eyangnya Afa yang nyopir, sekalian beliau nanti akan mengajar di Tegal. Berbekal atlas, saya menavigatori Eyangnya Afa. Setelah menempuh perjalanan panjang yang melelahkan, akhirnya sampai di perumahan Pagilaran jam 12.30 malam. Eyangnya Afa kemudian tidur di mobil, sementara Saya, Afa dan Ibunya tidur di kamar dengan 3 tempat tidur.

Jalan-jalan Pagi
Keeseokan harinya, jam 8 pagi Ibunya Afa sudah mulai bergabung dengan teman-temannya di balai pengobatan. Sementara saya dan Afa jalan-jalan. Saya mengajak jalan-jalan ke lokasi outbond dan kebun teh. Saya memfoto-foto Afa, untuk dokumentasi biar keren. Menikmati hawa pegunungan yang sejuk, membuat kami semangat untuk menikmati pemandangan.
Continue Reading Pagilaran: Menemani Ibunya Afa Pengabdian Masyarakat…
Munas kampung-UGM di Pondok Sunda Senayan City
May 11, 2009 at 8:36 pm | Posted in Kuliner, Tarian Jemari | Leave a commentTags: Ayam Bakar, Empal, Es kacang Merah, Es Ketan Hitam, Jakarta, Kampung-UGM, Mendoan, Pondok Sunda, Sambel Kemangi, Sambel Mangga, Sate Udang, Senayan City, Sop Buntut, Tahu Goreng, Tahu Isi, Tempe Bacem, UGM, Usus Goreng
Munas kampung-UGM di Pondok Sunda Senayan City
Pondok Sunda Senayan City LG. 78, Jl. Asia Afrika Lot 19, Jakarta SelatanTelp: 021-72781388
Selasa, 5 Mei 2009, saya bertemu dengan Mas Rovicky di lantai bawah JCC. Mas Rovicky merupakan kakak kelas saya di geologi dan mentor “virtual” di milis kampung-UGM. Saat itu saya baru selesai mengecek poster yang dipamerkan pada saat IPA conference yang ke-33, sedangkan Mas Rovicky sedang mengobrol dengan Mas Iswani dan Mas Henry Banjarnahor. Mas Rovicky kemudian menyuruh saya untuk mengadakan gathering milis kampung-UGM, lokasinya di Senayan City, waktunya Rabu malam. Saya kemudian minta tolong Intan untuk membuat undangan di milis kampung-UGM.
Rabu, 6 Mei 2009, saya, Afa dan Ibunya berangkat dari hotel Mulia jam 19.00. Awalnya saya tidak akan mengajak Afa karena dia kelihatan capek setelah seharian main-main ke Sea World dan Gelanggang Samudera, namun dia minta ikut dan ndak mau ditinggal di hotel dengan Ibunya. Kami kemudian naik taxi di depan hotel Mulia. Anung sudah sampai duluan, dan menunggu di lower ground Senayan City, Mas Rovicky juga sudah sampai, saya kemudian menginfokan posisi Anung ke Mas Rovicky.
Jam 19.30 kami bertiga sampai di Senayan City, perlu waktu 30-an menit untuk menempuh jarak Mulia-Senayan City yang hanya sekitar 1 km-an [termasuk nunggu taxi], padahal kalau sendirian jalan kaki cuma perlu waktu sekitar 15 menit. Anung dan Mas Rovicky sudah menunggu, dan kamipun kemudian mencari tempat untuk makan malam dan mengobrol.
Saya dan Mas Rovicky tidak mengetahui tempat makan yang enak [makanan dan suasananya], sehingga keputusan di serahkan ke Anung. Anung kemudian mengajak kami ke Pondok Sunda di LG. 78. Begitu masuk, kami langsung diminta untuk memilih lauk. Ada bermam-macam lauk dan sambal khas rumah makan Sunda yang disediakan rumah makan ini. Setelah memilih lauk untuk makan malam kami, kami kemudian mengambil tempat duduk di bagian belakang, yang rencanananya dipesan untuk 6 orang. Sambil menunggu pesanan makanan kami datang, kami berdiskusi ngalor ngidul. Salah satunya, Mas Rovicky menyarankan posisi kontrak ataupun permanen, yang paling penting adalah besarnya penghasilan pertahunnya kalau mau pindah pekerjaan. [Menurutku ini cocok untuk Mas Rovicky yang mempunyai reputasi yang sangat baik dan jaringan yang luas, sementara saya masih membangun reputasi itu]
Tidak berapa lama kemudian, pesanan makanan kami sudah tiba. Anung dan Mas Rovicky memilih lauk a.l tahu isi, empal, tempe bacem, ayam bakar dan mendoan. Sedangkan saya dan Ibunya Afa memesan ikan asin, tahu goreng, mendoan, ayam bakar usus goreng dan sate udang. Afa tidak kalah memesan sop buntut.
Lauk Anung dan Mas Rovicky
Continue Reading Munas kampung-UGM di Pondok Sunda Senayan City…
RM Muara Kapuas : Ketika Sungai dan Laut Bertemu
January 14, 2009 at 3:50 pm | Posted in Kuliner, Tarian Jemari | 4 CommentsTags: Alumni, Beasiswa, CPI, Dosen, Geologi UGM, gurame bakar asam manis, Ingkung, KaGeogama CPI, Mahasiswa, nila goreng, RM Muara Kapuas, Silaturahmi, TGL UGM, wader goreng
RM Muara Kapuas : Ketika Sungai dan Laut Bertemu
RM Muara Kapuas, jl.Kapten Haryadi , Ngentak, Sinduharjo, Ngaglik, Sleman,
telp 0274 7894622 / 0816 4228 689
Sabtu 3 Januari 2009, saya berkesempatan makan siang di RM Kapuas, sekaligus silaturahmi informal dengan penerima beasiswa KaGeoGama CPI dan dosen TGL UGM. Silaturahmi ini dihadiri oleh 8 orang mahasiswa/ i penerima beasiswa, 3 orang dosen + keluarga dan 2 orang alumni + keluarga, saya salah satu yang mewakili alumni KaGeoGama CPI.
Acara di mulai pukul setengah 12, mundur setengah jam jadual karena tempat yang dibooking masih dipakai orang lain. Mas Udin membuka acara sekaligus jadi moderator. Pada saat membuka, beliau berkata, acara ini sebagai ungkapan syukur dari Kakak-kakak alumni yang sudah berhasil menyelengarakan program beasiswa buat adik-adik yang masih kuliah dan sekaligus bersilaturahmi secara langsung.
Mas Gus Hend, kemudian dipersilahkan untuk memberikan sambutan dan wejangan kepada adik-adik penerima beasiswa. Mas Gus Hend memberitahu kepada adik-adik mahasiswa, kalau program beasiswa KaGeoGama CPI sudah lama direncanakan, dan baru terlaksana setelah satu tahun kemudian.
Acara kemudian dilanjutkan dengan makan siang, salah satu menu makan siangnya ingkung [ingkung kok ayam sayur
. Menu lainnya nila goreng, gurame bakar asam manis, wader goreng, sambel2, cha kangkung dsb … pokoknya glek-glek nyaem2.
Nila Goreng
Continue Reading RM Muara Kapuas : Ketika Sungai dan Laut Bertemu…
Anak-anak dan Kesadaran Identitas
November 24, 2008 at 4:48 pm | Posted in Tarian Jemari | Leave a commentAnak-anak dan Kesadaran Identitas
Anak saya, Afa, nama lengkapnya Muhammad Natsir Fachruddin Suryatama. Ketika dia sudah bisa menghapal namanya, kami sering nggodain dia, kalau namanya Suryotomo seperti orang Jawa membaca Suryatama, namun dia selalu membantah dan menyebut nama dia Suryatama. Awalnya, kami kira karena dia belum tahu cara membaca “a” nglegena dalam tata bahasa Jawa, seperti ngayogyakarta yang dibaca ngayogyokarto.
Namun, peristiwa beberapa hari lalu, menggugah pikiranku tentang anak saya dan kesadaran identitas yang dia miliki. Ibunya Afa, membelikan dia kaos Valentino Rossi dan Kimi Raikonen, namun sekarang keduanya tidak pernah diapaki lagi, disimpan di lemari mainan dia. Ketika saya tanya kenapa ndak mau pakai lagi, dia menjawab nanti semua orang memanggil Dede’ Rossi, Dede’ tidak mau dipanggil Rossi. Setelah diusut-usut, ternyata ketika dia memakai kaos Rossi, ada yang memanggil dia Rossi, dan mungkin itu membuat dia tidak nyaman diidentifikasi sebagai Rossi, karena dia mempunyai kesadaran identitas sebagai dirinya sendiri, Dede’ Afa.
Dalam usianya, yang baru 3,5 tahun, ternyata anak saya sudah mempunyai kesadaran identitas terhadap dirinya sendiri. Bagaimana dengan anak-anak Anda?
Haruskah Kiki pergi ke Panti Asuhan untuk [bisa] Sekolah
August 4, 2008 at 3:33 pm | Posted in Tarian Jemari | 10 CommentsHaruskah Kiki pergi ke Panti Asuhan untuk [bisa] Sekolah
Sebuah catatan awal tahun ajaran baru untuk Bupati dan Kakandepdiknas Kab.Magelang
|
Namun, mendapatkan sekolah terbaik seperti yang diharapkan, tidak dirasakan oleh Kiki, seorang gadis kecil dari dusun Sanggrahan, Desa Banyubiru Kec. Dukun Kabupaten Magelang. Dengan nilai 28-an dari 3 mata pelajaran, dia berharap banyak bisa masuk ke sekolah impiannya, SMP Negeri 1 Dukun, tempat di mana Bulik dan kakak2-nya menamatkan sekolahnya. Sayang, impian itu kandas, bukan karena nilainya tidak masuk kualifikasi, hanya semata karena Bulik dan kakaknya tidak bisa membayar tunai uang seragam dan mengangsur uang bangunan yang totalnya sebesar Rp. 850.000,00. Ironis, mereka tidak minta gratis untuk kedua hal itu, hanya minta keringanan untuk mengangsurnya, dan sialnya pihak sekolah tidak mempunyai kelapangan hati dan kebesaran jiwa untuk mengabulkannya. Continue Reading Haruskah Kiki pergi ke Panti Asuhan untuk [bisa] Sekolah…
Blog at WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.
Saya dan Pak Dhe Basuki





