Terpesona Kete Kesu, Kuburan Purbakala Masyarakat Toraja

October 23, 2011 at 11:02 am | Posted in TOMoGrafi | 2 Comments

Terpesona Kete Kesu, Kuburan Purbakala Masyarakat Toraja

Kete Kesu terletak di kampung Bonoran, Kelurahan Tikunna Malenong, Kecamatan Sanggalangi, Toraja Utara, Sulawesi Selatan, Indonesia. Berada sekitar empat kilometer sebelah selatan kota Rantepao atau 14 kilometer sebelah utara Makale. Kete Kesu adalah sebuah area di mana beberapa tongkonan berdiri berjajar, dilengkapi dengan lumbung padi (alang sura), area upacara pemakaman (rante), dan tempat pertemuan adat.

 


Berfoto dengan latar Kete Kesu


Berlatar Tongkonan


Di depan Tongkonan


Tongkonan

Tongkonan-tongkonan itu lengkap dengan berbagai ornamen seperti ukiran khas Toraja dan tanduk kerbau yang disusun di muka. Semakin banyak dan semakin tinggi tanduk yang tersusun menandakan semakin tinggi derajat sosial penghuninya. Di dalam kompleks Kete Kesu ada juga museum yang menyimpan berbagai artefak kuno.

Tongkonan tersebut didirikan oleh Puang Ri Kesu dan diwariskan secara turun temurun kepada kekerabatannya. Turunan Puang Ri Kesu masih hidup sekarang. Kompleks itu menjadi cagar budaya, tetap digunakan sebagai ajang kegiatan adat tapi tidak ditinggali. Kete Kesu adalah potret kebudayaan megalitik di Tana Toraja yang paling lengkap.


Patung Kepala Kerbau


Tanduk Kerbau di depan Tongkonan


Kuburan Purbakala Kete Kesu

Sementara di sekitar kompleks Kete Kesu ada liang (pekuburan tradisional) berupa lubang-lubang pada batu cadas. Ada pula panorama persawahan yang indah menghampar. Dengan itu semua Kete Kesu adalah sebuah poros di mana masyarakat hidup, menentukan pranata, menjalani kehidupan, dan memenuhi berbagai kebutuhan.


Tau-tau di dalam jeruji


Bersama-sama teman S2 ITB


Pengukir Tradisional Kete Kesu

Berbagai souvenir dijajakan penduduk di sekitar kompleks tongkonan itu. Ada nampan, tatakan gelas, gelang, kalung, patung, hiasan dinding, dan lukisan. Semuanya bermotif ukiran Toraja karya tangan mereka. Tatakan gelas dijual Rp 1.000, nampan Rp 20.000 Rp 25.000, sedangkan lukisan yang diukir bisa jutaan rupiah.

Bersama Hery Purnomo

Sumber Referensi: 1. Perkampungan Tradisional Kete Kesu

About these ads

2 Comments »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Generally I don\\\’t read post on blogs, but I would like to say that this write-up very forced me to check out and do so!

  2. Jadi ingat masa SMA. Tahun 2003 yang lala saya liburan ma teman2 sekolah, Ketekesu, londa, lemo & wai makula jadi sasaran. Tapi semua foto2 dah hilang semua :-)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com. | The Pool Theme.
Entries and comments feeds.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: