Syawalan: Mengudap Ketupat Opor Ayam

October 3, 2009 at 5:24 pm | Posted in Acara Keluarga | 2 Comments

Mengudap Ketupat Opor Ayam

Minggu, 27 September 2009, saya berlebaran ketupat di rumah Klaten. Rencananya kami berangkat dari Jogja sehabis dhuhur, namun mundur karena kami diajak menganter mBak Endit dan Mas Wisnu yang akan balik ke Jakarta di terminal Jombor. Akhirnya sekitar jam 3-an kami berangkat dari Jogja.

Tidak seperti lagu Tasya, “ketupat Lebaran dengan sayur opor ayam, tersedia di meja sepulang dari sholat..”, lebaran ketupat di Klaten dilaksanakan seminggu setelah lebaran Idul Fitri. Logikanya, setelah puasa ramadlan kemudian lebaran sehari, hari kedua dan selanjutnya puasa syawal selama 6 hari, dan hari ke-8 lebaran syawal a.k.a lebaran ketupat. Lebaran ketupat ini dirayakan dengan acara yang cukup besar di dekat rawa Jombor, yang merupakan tradisi yang sudah turun temurun, dengan menyebar ketupat dari atas panggung dan acara-acara hiburan lainnya.

Kami sampai di rumah sekita jam 4-an, Ibu sudah menunggu kedatangan kami sejak pagi. Makanan khas lebaran ketupat pun sudah disiapkan. Menu utamanya adalah ketupat, sompil, sambel goreng tholo, bubuk kedelai dan tentu saja opor ayam. Ibu termasuk orang yang mempunyai kelebihan dalam hal masak-memasak, makannya nyamleng, bahkan beliau sering dibon untuk masak di tempat orang punya hajat. Setelah berbincang-bincang ke sana kemari dan Afa main di halaman, menu lebaran ketupat dihidangkan di ruang tamu.

100_6603Ketupat

Ketupat merupakan menu utama di lebaran ketupat sebagai pengganti nasi, menggunakan beras sebagai bahan baku utama, dan dibungkus dalam selongsong ketupat berbahan janur, kemudian direbus selama 3-5 jam agar matang dan awet sampai beberapa hari. Dulu saya mengenal beberapa macam jenis selongsong ketupat, ada ketupat luar, shinta, kodok, dan favorit saya ketupat jago.

100_6607Sompil

Sompil, hampir sama dengan ketupat fungsinya, namun kalah terkenal, berbahan baku beras yang dibungkus dengan daun bambu apus atau wulung, kemudian dimasak bersamaan dengan ketupat. Saya lebih menyukai sompil karena rasanya lebih lembut, dan karena keexoticannya dibungkus dengan daun bambu.

100_6605Opor Ayam

Opo ayam, merupakan lauk utama pada saat lebaran ketupat, dengan menggunakan ayam kampung dan bumbu opor yang sudah terbukti cukup lama, rasa opor di rumah kami sangat nyamleng. Saya jarang menemukan opor ayam senyamleng buatan Ibu saya di tempat lain, apalagi yang dijual. Kelegendarisan opor ayam di rumah mungkin setara dengan opor bebek di rumah mBah Plotengan yang menjadi menu favorit keluarga besar istriku ketika lebaran.

100_6601Sambal Goreng Tholo

Sambel goreng tholo juga merupakan menu wajib ketika lebaran ketupat sebagai teman makan ketupat, menggunakan bahan tahu, krecek dan kacang tholo yang diracik dengan menu tradisional sambal goreng, sambal goreng tholo merupakan sayuran yang nyamleng dan susah dicari penggantinya.

100_6604Bubuk Dhele

Komponen terakhir dari menu wajib lebaran ketupat di rumah adalah bubuk kedelai. Seperti namanya, bubuk kedelai ini menggunakan bahan baku utama kedelai, yang diracik dengan bumbu-bumbu lain menjadi semacam pengganti sambal karena rasanya pedas.

100_6609Porsi Makanku

Saya pun kemudian mengambil makan dengan menggunakan kombinasi menu-menu di atas, ketupat, sompil, sambel goreng tholo, opor ayam dan bubuk kedelai, ditambah kerupuk juga. Dan kami pun kemudian menikmati porsi makan kami masing-masing.

100_6613Menikmati

Perpaduan rasa lapar dan kenyamlengan menu masakan Ibu, membuat porsi makanku segera tandas, apalagi tadi saya belum makan siang. Setelah selesai makan, kami kemudian berbincang-bincang lagi, salah satu topik pembicaraan adalah sompil, yang saya usulkan untuk menjadi menu penyambut tamu di desa wisata Kelor. Karena sompil memiliki fungsi sebagai pengganti nasi dan memiliki keexotican dibungkus dengan bambu, cara membuatnya mudah dan resources daun bambu melimpah.

Setelah selesai makan, saya kemudian nyekar ke makam almarhum Bapak. Menaburkan bunga di atas pusaranya dan melantunkan bait-bait doa agar beliau diampuni segala kesalahannya dan diterima semua amal ibadahnya, serta agar beliau mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT.

Kami pun kemudian kembali ke Jogja sehabis maghbrib. Sebuah lebaran ketupat yang mengesankan, menikmati menu masakan yang nyamleng dan berkumpul bersama dengan keluarga. [kom]

Related Link:
1. Resep Ketupat
2. Resep Sompil
3. Resep Opor Ayam
4. Resep Sambel Goreng Tholo

About these ads

2 Comments »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Wah mantap sekali ….
    [porsi makanku bisa 4 piring nih kalau lezat begini]

    • kapan-kapan kalau lebaran di Jogja silahkan mampir Pak Iksa


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com. | The Pool Theme.
Entries and comments feeds.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: