Tour de Tambi: Jalan-jalan di Perkebunan Teh Tambi

September 10, 2009 at 10:09 pm | Posted in Acara Keluarga, Ngulandara | 59 Comments
Tags: , , , , , , , , , , , , , , ,

Tour de Tambi: Jalan-jalan di Perkebunan Teh Tambi

PT. PERKEBUNAN TEH TAMBI, Alamat : Jl. Jogonegoro, Wonosobo,
Telp ( 0286 ) 321077

Akhir tahun 2008, kami diajak oleh mBak Nani [drg Larnani] untuk berlibur di Agrowisata Tambi. Agrowisata Tambi merupakan bagian dari Perkebunan Tambi, memiliki luas 1,89 Ha. Sedangkan Perkebunan Tambi dibangun pada tahun 1865, lterletak  16 km sebelah utara kota Wonosobo dengan ketinggian 1.350 meter di atas permukaan laut dan memiliki suhu rata-rata 16 -28 ° C. Saya kemudian mengajak Mas Eka sekeluarga, sekalian  untuk studi banding dengan desa wisata kelor yang dia kelola.

Kami berangkat dari rumah Turi tanggal 31 Desember 2008 jam 17.00, dengan menggunakan 3 mobil. Setelah sholat maghrib di Magelang dan makan malam di Temanggung, kami sampai di Perkebunan Tambi jam setengah 11 malam. Kami kemudian menikmati minuman teh, lumayan untuk menghangatkan badan dari hawa dingin yang menusuk tulang dan setelah minum kami segera menuju ke kamar masing-masing yang sudah dipesan. Saya dan Afa kemudian tidur, sementara rombongan yang lainnya melewatkan pergantian tahun baru dengan menyaksikan pesta kembang api bersama pengunjung yang lain di halaman.

Keesokan harinya kami menikmati paket agrowisata yang ditawarkan oleh Agrowisata Tambi, Paket yang ditawarkan meliputi:
– Menikmati teh dan makanan ringan khas Wonosobo
– Berjalan-jalan menyusuri kebun teh
– Menyaksikan proses produksi teh di pabriknya
– Sarapan pagi

Kami memulai acara hari ini dengan bersiap-siap untuk melakukan perjalanan menyusuri kebun teh. Namun sebelum perjalanan dimulai, kami diberi kesempatan untuk menikmati teh dan makanan ringan khas Wonosobo.

p1Menuangkan Teh

Teh yang sudah disiapkan dalam teko, dituangkan oleh salah seorang karyawati agrowisata kedalam cangkir yang di tata rapi di atas meja. Kami tinggal mengambil dan membawanya ke meja yang sudah tersedia.

p2Secangkir Teh

Saya pun kemudian mengambil secangkir teh dan beberapa potong makanan kecil untuk menghangatkan badan.

p3Menikmati Teh

Citarasa khas teh Tambi yang sudah terkenal segara saya rasakan dari regukan pertama. Citarasa teh Tambi memang sudah terkenal sampai ke penjuru dunia, karena sebagian besar produk teh Tambi diekspor ke luar negeri.

Setelah menikmati secangkir teh hitam yang memiliki citarasa tinggi ditemani makanan kecil khas Wonosobo, kami kemudian bersama-sama dengan pengunjung yang lain mengikuti jalan-jalan di kebun teh. Acara ini dimulai dengan briefing oleh dua orang Pemandu mengenai jalan-jalan yang akan kami lalui dan sekilas tentang Perkebunan Tambi.

p4Teawork

Setelah briefing, acara dilanjutkan dengan berjalan kaki menyusuri jalan setapak berbatu yang membelah kebun teh. Selain kami ada juga rombongan wisatawan lain yang ikut berjalan-jalan di kebun teh. Afa dan Alka- sepupu Afa, bersemangat sekali, terlihat dari foto di atas mereka berdua berjalan paling depan, sementara Ibunya mengikuti dari belakang.

p5Mengenal Kebun Teh

Kami diperkenalkan cara-cara memetik teh dan daun-daun yang menghasilkan teh berkualitas. Pucuk daun teh yang belum mekar disebut sebagai Pekoe. Produk inilah yang nilainya paling tinggi.

p6Teawork Lagi

Kami kemudian berjalan lagi menyusuri jalan setapak berbatu di antara hamparan kebuh teh yang menghijau. Udara pagi yang sejuk, pemandangan yang indah dan suasana yang nyaman menbuat jalan-jalan di antara kebun teh terasa mengasyikkan. Afa yang baru berumur 3,5 tahun bersemangat untuk berjalan paling depan, mungkin karena darah pendaki gunung dari Bapaknya deras mengalir, membuatnya suka berjalan-jalan di perkebunan teh ini.

p7Nampang di Kebun Teh

Kami bertiga, saya-Afa dan Ibunya sempat berfoto bersama di kebun teh dengan latar belakang gunung Sindoro di kejauhan. Pemandangan yang cukup indah. Saya sudah 6 kali mendaki gunung Sindoro sampai ke puncaknya, namun tidak menyangka kalau keindahan juga terhampar di lerengnya yang dipenuhi hamparan kebun teh.

p8Foto Bersama “Pemetik Teh”

Setelah berjalan melintasi jalan setapak yang membelah kebun teh, menikmati pemandangan dan sejuknya hawa pegunungan kami diajak masuk ke pabrik pengolahan teh. Dan sebelum masuk pabrik kami juga sempat berfoto bersama di depan patung pemetik teh di depan pabrik pengolahan teh.

p9Pengolahan Daun Teh

Perkebunan Tambi mengolah produk bahan baku pucuk teh menjadi teh kering jenis teh hitam yang siap dikonsumsi. Proses pengolahan dari bahan baku menjadi teh siap dikonsumsi sebagai berikut:
1. Pelayuan untuk mengurangi kandungan air dalam pucuk sekitar 48-50% secara merata setiap bagian pucuk agar konsentrasi polifenol dan enzim meningkat sehingga cocok untuk oksidasi
2. Penggulungan, penggilingan dan sortasi basah. Penggulungan bertujuan agar daun memar dan dinding sel rusak sehingga cairan sel keluar dipermukaan dengan merata, sedangkan penggilingan untuk mengecilkan gulungan menjadi partikel yang sesuai kehendak pasar, memotong hasil penggulungan menjadi ukuran yang lebih pendek dan memperoleh bubuk sebanyak-banyaknya.
3. Oksidasi enzimatis merupakan oksidasi senyawa polifenol dengan bantuan enzim.
4. Pengeringan untuk menghentikan oksidasi enzimatis senyawa polifenol dalam teh dan mengurangi kadar air hingga mencapai 3%.
5. Sortasi kering untuk membersihkan bubuk dari serat, tangkai dan bahan-bahan lain
6. Pengemasan/pengepakan dan Gudang. Proses ini untuk menjaga dan mempertahankan kadar air tetap 3-4% dan kualitas teh tetap baik dan awet.

p11Jenis-jenis Teh

Hasil pabrik teh PT Tambi sebagian besar [70-80%] di ekspor ke berbagai negara seperti Amerika Serikat, Canada, Jerman, Polandia, Inggris, Australia, Selandia Baru, Rusia, Irak, Uni Emirat Arab dan sebagian kecil sisanya dipasarkan di dalam negeri. Perusahaan ini memproduksi teh hitam dengan nomor dan jenis teh yang disesuaikan oleh permintaan pasar. Jenis produk yang dihasilkan di PT Tambi terbagi atas tiga grade, yaitu :
a. Grade I : Broken Orange Pekoe (BOP), Broken Orange Pekoe Fanning (BOPF), Pekoe Fanning (PF), DUST, Broken Pekoe (BP), BT, Broken Mixed (BM).
b. Grade II : Pekoe Fanning (PF) II, DUST II, Broken Pekoe (BP) II, BT II.
c. Grade III : Broken Mixed (BM) II, BBL, BTL, DUST III.

p10Kemasan Teh

Sedangkan produk yang dipasarkan di dalam negeri di kemas menjadi Cap Petruk 200 gr, Cap Cakil 100 gr, Cap Cakil 250 gr, Cap Gunung 100 gr, Pecco Souchon 125 gr, Pecco Souchon 250 gr, Broken Orange Pecco 200 gr, Broken Orange Pecco 400 gr dan Tambi (Tea Bag/Teh Celup) 50 gr.

p12Mendengarkan Seluk Beluk Teh

p13Foto Bersama

Setelah mendapat pencerahan mengenai proses produksi teh dan jenis-jenis teh kami sarapan pagi. Rasa lapar yang berpadu dengan hawa sejuk pegunungan membuat sarapan pagi kami terasa nikmat sekali.

p14Sarapan

Kami juga menyempatkan diri untuk berbelanja oleh-oleh di koperasi yang ada di samping resepsionis. Saya membeli teh kemasan yang dipasarkan untuk produk lokal seperti Pecco Souchon 125 gr, Pecco Souchon 250 gr, Broken Orange Pecco 200 gr, Broken Orange Pecco 400. Teh ini selain akan saya konsumsi sendiri juga untuk oleh-oleh teman-teman. Saya juga membeli carica yang merupakan salah satu makanan kahs Wonosobo.

Setelah membeli oleh-oleh, kami kemudian berisitirahat di kamar, mandi, berkemas-kemas dan bersiap pulang ke Jogja. Sekitar jam setengah dua belas kami memulai perjalanan pulang ke Jogja. Berbeda dengan waktu bernagkat, kami mengambil jalan lain, menyusuri pinggang gunung Sindoro melalui Jlumprit dan tembus sampai Ngadirejo.

Kami sholat dhuhur di Temanggung dan makan siang di RM Purnama Muntilan, dan tiba dengan selamat di rumah sekitar jam setengah 4. Sebuah perjalanan yang mengesankan, menikmati pemandangan kebuh teh, menikmati salah satu teh hitam terbaik di Jawa, melihat proses pembuatan teh dan menikmati pemandangan di sepanjang jalan di lereng gunung Sindoro. [kom]

Referensi Lain:
1. Agrowisata Tambi
2. PENENTUAN HARGA POKOK PRODUKSI TEH DI PT PERKEBUNAN TAMBI KABUPATEN WONOSOBO

About these ads

59 Comments »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Mo Aku orang wonosobo mbalah belum pernah nginep situ…….pasti adem banget. Kalo berkunjung sih pernah!

    • Iya Mas Eka…
      adem dan enak untuk piknik.
      Sekali-sekali perlu dicoba nginep di situ Mas.

  2. satu hal yang pasti dhe komo, ketika kita kedaerah temanggung dan sekitarnya..hawa dingin dan menyegarkan pastilah akan kita dapatkan..coba kalo di semua daerah udaranya bisa segar kaya di wonosobo..

    Trie mbalah lagi ngerti kalo ada teh enak di wonosobo, belum tahu merasakannnya,,tapi melihat deskripsi detail yang telah dipaparkan, kayaknya itu emang teh pilihan dan harus mencoba untuk merasakannya :).

    Dhe, apakah disana ada ritual minum teh (sadō)seperti yang dilakukan dijepang? dimana Upacara minum teh mencerminkan kepribadian dan pengetahuan tuan rumah yang mencakup antara lain tujuan hidup, cara berpikir, agama, apresiasi peralatan upacara minum teh dan cara meletakkan benda seni di dalam ruangan upacara minum teh (chashitsu) dan berbagai pengetahuan seni secara umum yang bergantung pada aliran upacara minum teh yang dianut

    wahhh yang jelas bisa menghabiskan waktu bersama keluarga merupakan hal yang sangat luarr biasa, dimanapun kita berada, jika kita bersama dg keluarga serta buah hati kita, pastilah hal tersebut akan mempunyai dampak luarrrr biasaaaa….

    jadi pengennnnnn minum teh wonosobo..dhe nek wisata kuliner mbok ngajak2 yo :D (ths)

    • Tri,
      mungkin kamu belum pernah secara langsung merasakan teh Tambi, namun bisa jadi pernah merasakan teh Tambi yang dikemas ulang oleh produsennya. Kalau tidak salah, sariwangi dan lipton menggunakan teh Tambi sebagai bahannya dan mengemas ulang dengan merk yang baru.

      Kalau upacara minum teh kayaknya tidak ada. Kapan-kapan mungkin perlu diagendakan dengan mbakayune ke Tambi, kan tidak begitu jauh dari Temanggung.

      • Mas Tri, kalau anda di Jakarta, anda bisa ikutan Chado di Japan Foundation, agendanya tiap 2 bulan sekali. Kebetulan saya koordinator untuk event tersebut. Kalau kalau mau di rumah saya juga boleh, hanya peralatan saya belum terlalu lengkap :-) Kalau di Wonosobo susah, bawa peralatannya banyak.

      • Hiks..iyo Dhe Komo..seringnya pake teh tjatoet+pendawa+tang..hiks jadi kelingan angkringan jogja..

        kalo tambi blm tau Dhe Komo.. wah boleh juga iku kalo ada agenda minm teh..kayaknya asyik minum teh dengan upacaranya :D

      • Mas bambang Bole ntu…aku juga “mbekok” sama teh..woow ada juga ya di jakarta event itu…:)

        iyah mas saya dijakarta, sekarang kost dimampang prapatan jakarta selatan..

        di rumah juga boleh mas,,deket ma temanggung ko..tapi saya slemania :)

      • Tri (mbak atau mas ya),
        Kamu ada facebook? Atau subscribe milist pecinta_teh@yahoogroups.com Event nanti pengumumannya lewat face book di group komunitas pecinta teh, komunitas Chanoyu Indonesia dan, milist pecinta teh.

      • Mas Bambang,
        melanjutkan pembicaraan di milis, bagaimana kalau diadakan tea tasting. Kayaknya Mas Rovicky setelah lebaran juga akan balik kerja ke Jakarta. Juga beberapa teman lain di Jakarta termasuk Tri mungkin berminat untuk memahami seluk beluk teh.

      • Boleh saja Mo, silahkan di arrange waktu dan tempatnya. Mas Rovick ada di Jakarta sampai kapan? Saya tanggal 3 October ada undangan Chado di Hotel Nikko, tapi bisa disesuaikan jamnya.

      • Mas Bambang,
        mulai tanggal 26 September dan seterusnya, Mas Rovicky akan bekerja di Jakarta. Beliau tinggal di Plaza Senayan Apartment, kayake tidak begitu jauh dari kantor Mas Bambang. Jadi bisa sering-sering munas itu Mas.

      • Asyik, saya invite jadi member pecinta teh aja deh, biar tiap bulan bisa ikutan gathering

      • kalo ada munas mau banget :D..saya setuju dhe Komo…
        ada tea testing juga ya…horre…horree…

        bisa jadi pendekar tea nantinya saya :D

        wah hidup tea pokoe :D

      • mas bambang., aku…mas ko…:)
        udu mba…

        saya ada fisbuk dan ikutan milis kampung juga,,yang paling ga mudengan di milis :D…

        sering digarapi dan ora dongan..ahihihi..
        wah boleh mas ikutan teh klub..asyikkk… :D

        nama saya di pisbuk yang trie harso itu lho..(ths)

      • mas Tri, di Facebook nama Triharsonya banyak. Kalau begitu join saja di group komunitas pecinta teh di FB

  3. Mo, teh tambi minuman saya sehari-hari. Sayang pengemasan mereka sangat sederhana, sehingga freshnessnya cepat hilang. Kalau saya beli pasti saya repacking ulang. saya biasanya memesan BOP special, yg tidak ada di pasaran lokal

    • Betul Mas, kemasan teh Tambi untuk pasar lokal memang sangat sederhana.
      Apakah karena pasar lokal hanya sebagai sampingan buat mereka dan mereka tidak mau bersaing dengan pabrikan yang mereka suplai bahannya ya Mas?
      Bagaimana cara repacking Mas?
      BOP yang biasa Mas Bambang pesan biasanya dipasarkan dimana? Bagaimana cara memperoleh BOP yang spesial itu Mas?

      • Hi..hi… saya juga pesannya susah. Perlu menunggu waktu 2 minggu dan hanya dapat 2 kg. Kayaknya masih ada sekitar 300 gram. BOP special, sebenarnya mirip dengan BOP, hanya digunakan mesh yang lebih besar, sehingga ukuran daunnya lebih besar, hanya tidak sebesar Pekoe Souchung. Saya repacking dengan alumunium foil terus di sealed. Hanya dengan cara ini teh lebih tahan lama aromanya. Setelah teh dibuka, lipet kembali aluminium foil tersebut, sehingga udara yang tertinggal di kantong tersisa sedikit. Setelah itu masukkan ke dalam kaleng, boleh kaleng roti. Kalau punya kaleng kedap udara lebih baik. Itu sebabnya sebaiknya kalau beli teh lebih baik dalam kemasan kecil, dan dalam bungkus aluminium foil. Musuh teh, seperti halnya kopi adalah udara dan cahaya.

      • Terima kasih atas pencerahannya Mas,
        di rumah saya masih ada BOP dan PS dari Tambi, sayangnya di kemasannya ada tulisan baik digunakan sebelum Feb 2010. Apakah kalau kemasannya kita ganti dengan alumunium foil dan kita taruh di toples yang kedap udara, masa berlaku.. eh tehnya akan tahan lebih lama Mas?

        Maturnuwun

      • Selama belum dibuka kemasannya, 2 tahun aroma masih bertahan. Apalagi kalau divacum, bisa tahan lebih lama lagi. Kalau hanya dalam kemasan plastik, biasanya tidak pernah lebih dari satu minggu.

  4. Ehm! Sy penggemar berat teh. Dengan aneka rasa sdh pernah sy cicipi. Tapi, kenapa baru tahu yach setelah baca ini bhw di Wonosobo penghasil teh yg “diekspor” lagi, wuih..wuih…memang negeri ini mengagumkan dgn kekayaan alamnya.
    Mudah2an sy bisa ke sana, paling tdk melalui kawan sy dpt merasakan teh tsb. Aaamiiin.

    • MBak Hindun, kualitas bukah hanya itu mbak. Di Bengkulu ada Oolong yang hanya diekpor ke Taiwan, rasanya hmmm aroma bunga segar yang tidak kalah dengan teh Oolong dari Taiwan. Lalu di Bandung ada teh Putih, yang tidak kalah dengan Yinzhen dari China. Teh Hijau grade Gun Powdernya juga cakep banget. Teh ini dipakai oleh Twinning sebagai Morocant mint tea yang hanya dijual di London. Silahkah gabung dengan milist pecinta_teh@yahoogroups.com Disini anda informasi teh-teh kualitas tinggi Indonesia, dan kebetulan para pekebennya juga member kita, jadi mereka support member lain untuk bisa mendapatkan teh-teh tersebut

      • maaf salah ketik, maksudnya teh Oolong bengkulu tidak kalah dengan teh Oolong dari Taiwan.

      • Mas Bambang, terimakasih atas info dan pencerahannya.
        Penghasil Oolong di Bengkulu namanya apa Mas? bagaimana cara memperoleh teh-nya?
        Begitu juga yang di Bandung Mas? saya suka minum twinning, sayangnya yang ada di toko dekat rumah cuman yang celup dan mahal harganya lagi. Mohon info cara memperoleh teh putih dan gun powdernya Mas. Maturnuwun.

      • Komo,
        Bisa pesan lewat saya, nanti saya kirim via Tiki. Kalau White tea, memang agak susah, saya coba cek stock masih ada atau tidak. Gun Powder 1, saya masih ada satu kg, packing 100 gram per pack. Kalau kamu minum Twinning yang pure black tea, mending minum Tambi saja. Tehnya juga dicampur dengan teh Indonesia. Kecuali yang flavour tea macam Earl Grey, buatan kita masih kurang bagus. Oolong harganya 90 ribu per 50 gram, white tea 40 ribu per 25 gram, Gun Powder 1, Rp. 15 ribu/100 gram.

      • Mas Bambang terimakasih atas informasinya,
        kalau tidak merepotkan saya minta tolong untuk pesan Oolong 50 gram, white tea 50 gram, dan Gun Powder 1 100 gram.
        Nanti saya email japri untuk no rekening Mas Bambang dan total harganya termasuk ongkos kirim.

      • wuaaaa,,,apa lagi itu white tea? gun powderr juga? ear gey??

        waaaaa..binun juga..belum tahu ternyata jenis tea iku akeh banget ya??

        maklum tahunya baru tjatoet..hiks…(ths)

      • Tri,
        sambil menunggu pencerahan dari Mas Bambang, berikut ini beberapa jawaban singkat dariku:
        – White Tea a.k.a teh putih terbuat dari pucuk daun yang tidak mengalami proses oksidasi dan sewaktu belum dipetik dilindungi dari sinar matahari untuk menghalangi pembentukan klorofil. Teh putih diproduksi dalam jumlah lebihsedikit dibandingkan teh jenis lain sehingga harga menjadi lebih mahal. Teh putih kurang terkenal di luar Tiongkok, walaupun secara perlahan-lahan teh putih dalam kemasan teh celup juga mulai populer. Konon teh ini mempunyai kasiat untuk mencegah penuaan dan pengerutan pada kulit dan mencegah jaringan lemak berkembang sehingga menghambat potensi kegemukan dan membantu membakar lemak [makanya saya berminat pesan dari Mas Bambang.. siapa tahu aku bisa sedikit slim… :) ]

        – Gun Powder, teh hijau yang sudah dikeringkan dan dijual dalam bentuk gulungan rapat berbentuk seperti bola-bola kecil. Produksi teh ini pertama kali pada zaman Dinasti Tang (618-907) dan pertama kali diperkenalkan ke Taiwan di tahun 1800an.

        – Earl Grey adalah teh hitam yang dicampur dengan minyak bergamot (Citrus bergamia atau Citrus aurantium bergamia yang rasanya asam, dan berbentuk seperti buah pir), dan pertama populer di Inggris. Walaupun demikian, kini tak hanya teh hitam saja yang bisa disebut teh Earl Grey, teh hijau dan teh lain pun dapat disebut Earl Grey asal diberi minyak bergamot. Earl Grey II (1764-1865) adalah perdana menteri Inggris dari tahun 1830 – 1834. Menurut legenda yang populer, campuran teh ini adalah hadiah dari seorang Cina mandarin. Ketika hadiah yang enak dari Mandarin mulai habis, Earl Grey meminta pada pedagang tehnya, Twinings, untuk membuat campuran teh yang serupa untuknya. Campuran teh ini menjadi favorit keluarga Grey untuk waktu yang lama. Ketika tamu-tamu keluarga Grey meminta keterangan tentang campuran teh ini, mereka dianjurkan untuk ke Twinings di Jalan Strand di London, dimana mereka menyebutnya sebagai ‘teh Earl Grey’ [sumber: http://www.food-info.net/id/qa/qa-fp110.htm%5D

      • wooow..ternyata teh iku banyak sekali perlakuannya ya dhe Komo..apalagi ada kelas2nya juga…
        lha bagaimana kita bisa tahu teh itu kualitas baik ato ga? at least dari mana kita bisa tahu? apakah dari baunya?rasanya? ato adakah cara untuk mengetahui teh dengan kualitas dan rasa yang luar biasa?

        oia sekrang ini lagi suka ma sarie wangi yang buah itu lho, jadi ketika kita menyeduh teh, maka akan keluar rasa dan aroma dari buah, ada varian apel, jeruk dll…gimana itu dhe?aku suka banget…selain fresh bikin pikiran jadi tenang, rasanya juga mix buah yang ummmmm…(ths)

      • nek teh campuran, ning Thailand ana teh sing digawe cha yen (es teh), cha ron (teh panas)dsb….[cha=teh]….rasane beda….tak goleki ning supermarket gak ono sing dodol.

        ning resto PHUKET jogja teh-e ora koyo ning Bangkok, lagi wingi kancaku ngandhani nek teh-e kuwi wis campuran macem-macem jenis teh dan ramuan “rahasia”, “rahasia” ki maksude tiap wong dodol teh beda-beda komposisine….

        kancaku wingi bali jogja nggowo teh sing berhasil dituku seko bakul minuman (mereka ora ngedol ning dengan sepik-sepik akhire gelem ngedol)…kuwi we setelah puluhan tahun kancaku ning Thailand lagi reti…makane digoleki ning supermarket kok gak ono sing adol.

        nek ning bangkok cobanen pesen Teh…rasane pertama rada aneh…koyo jamu…suwe-suwe enak..koyo juga teh jepang…pisanane aneh amis-amis…suwe-suwe yo enak :D

        ming campurane apa…kuwi sing urung reti…soale rahasia dapur masing-masing penjual minuman :D

      • Mas Tato,
        Thai Tea, sebenarnya mirip-mirip dengan Masala Chai di India. Bedanya tidak digunakan Cardamon atau Kapulaga (kalau tidak salah ingat juga tidak pakai Jahe), dan ada tambahan pewarna. Teh yang digunakan teh hitam.

      • Mo, kamu memang sudah pantes menjadi member milist pecinta teh :-)
        Sedikit Koreksi, teh putih dibuat dari pucuk daun teh yang belum mekar atau masih kuncup. Itu sebabnya harga teh ini cukup mahal, karena memang produksinya sedikit. Di perkebunan Dewata, satu bulan produksinya hanya 60 kg, dan memerlukan waktu produksi 3 hari. Di China dikenal sebagai Yin Zhen, untuk grade I, sedangkan di Eropa terkenal dengan sebutan Silver Needle, karena warnanya yang keperakan dan bentuknya seperti Jarum. Kalau di Srilangka, namanya Silver Tip Tea. Sedangkan gradenya ke dua, tetap diambil dari pucuk yang masih kuncup, tetapi ada campuran daun ke duanya. Di China disebuta Pai Mutan, sedangkan di Eropa dikenal sebagai White Peony. Dalam proses produksi, tidak dilindungi dari sinar matahari sebelum dipetik. Yang mengalami treatment ini adalah teh hijau Jepang jenis Gyokuro dan Matcha.

      • Terima kasih atas pencerahannya Mas, jadi tambah ngerti tentang teh.
        Jadi ndak sabar pingin nyobain teh lain selain tong tji, saya tadi dah transfer untuk pembayaran white te, oolong dan gun powdernya Mas…. mudah-mudahan bisa mengubah gaya minum teh saya yang didominasi gula batu :)
        Kalau white tea dari Dewata di pasarkan ke mana Mas?

        Anto’
        jadi ya pesan poci dari tegalnya, adikmu balik ke pekanbaru kapan?

      • woalah dhe Komo pake gula batu juga tah?lhah sama aku iku..bukane emang mantab kalo pake gulo batu?ato ada gaya yang lebih mantab lagi dhe? (ths)

      • Tri, orang jawa pada umumnya dan jogja pada khususnya [solo iya ding] memanng menyukai teh ginastel = legi panas kentel. Kayake ini berbeda denngan budaya orang Cina atau Jepang.
        Menikmati teh ginastel, ditemani pisang goreng di pagi sambil menikmati kicau burung perkutut memang mantabs…

  5. Komo, saya pernah nginep di Tambi dan minum teh di Cafenya. Sayang banget, yang mereka gunakan teh celup, jadi aroma dan rasanya tidak terekstrak secara optimal. Mestinya di tempat agrowisata kita bisa minum teh dengan grade terbaik. Bukan hanya di Tambi, di agrowisata lain juga demikian, mereka gunakan teh celup hanya sebagai alasan kepraktisan, tetapi mengabaikan kualitas rasa.

  6. tulisan yang sangat menarik.. bikin kangen utk kesana lagee.. kemasan teh nya masih kertas kayak dulu.. kalau baru dibuka bungkusnya enak, tapi kalau udah lewat 3-5 hari, rasanya udah aneh, dan ini terjadi ndak cuma teh tembi…tp mudah2an kelak berubah kemasan ke alumunium foil, kayak tong tji atau teh Nittoh.

    • Berarti mbak Toeti lidahnya sudah cukup peka. Benar mbak Freshness sangat penting terhadap kualitas teh. Banyak perusahaan teh mengabaikan kemasan aluminium foil, karena mungkin dianggap konsumen teh Indonesia tidak terlalu rewel dengan kualitas.

  7. Mas Bambang, kalau aku sampai sekarang masih favorit teh Tong Tji Super, menurut pengalamnaku dan beberapa teman di Tegal, teh ini yang terbaik yang diproduksi di Tegal dan sekitarnya.

    Mohon review dari mas Bambang juga….

    nuwun

    Anto Eko Rakhmat

    • Mas Anto, teh Tong Tji Super sama tidak dengan Teh Tong Tjie Premium. Kalau teh wangi melati, saya favoritenya adalah teh Cap Botol Premium. Gradenya adalah Pekoe Super, pernah saya review di blog saya. Silahkan ditengok. Hanya karena kurang enak diminum tanpa gula, saya lebih sering minum teh hitam Tambi dari pada teh hijau wangi melati ini.

      • Anto,
        beruntung kamu orang Tegal yang mempunyai banyak produsen teh, a.l
        – PT Gunung Slamat yang produknya antara lain Teh Sosro dan Teh Poci.
        – PT Tunggul Naga yang memproduksi Teh Dua Tang dan Teh Tjatoet,
        – CV Limas Jaya yang memproduksi teh Go Pek.
        – Teh Cap Dua Burung yang memproduksi teh Tong Tji.

        Perusahaan Teh Dua Burung didirikan oleh Tan See Giam pada tahun 1938, merek Tong Tji baru digunakan pada tahun 1965 dan diposisikan sebagai merek kedua dengan mutu kelas satu, melengkapi merek Teh Dua Burung yang lebih dulu beredar. Yang menonjol dari produsen teh ini adalah komitmennya terhadap mutu teh yang mengutamakan kualitas dan inovasinya dengan meluncurkan teh celup di tahun 1990 dan memelopori pembuatan gerai teh kemasan cup siap minum.

        Kekhasan teh Tong Tji adalah rasanya sepet dengan kadar tanin yang tinggi sehingga rasanya lebih kuat. Hal ini disebabkan karena daun teh yang digunakan adalah daun teh pilihan, yang berasal dari Sukabumi, yang dicampur dengan bunga melati yang diambil dari sekitar Tegal.

        Kalau reviewnya Mas Bambang ada di sini “>Tea Tasting Teh Tong Tji, Teh Botol dan 2 Tang
        Sedangkan review yang lain ada di sini [Mohon ijin untuk dishare link-nya ya Mas..]

      • Teh tong tji super yang saya maksudkan yang premium mas…
        saya belum coba teh cap botol. Kalau pulang kampung insya Allah ntar cari.
        sampai sejauh ini, dari test beberapa teman dan saudara, kalau dikirim Teh Tong Tji premium, ketagihan. minta dikirim lagi, dan disuguhkan untuk tamu2 tertentu saja.
        Waktu kuliah di Jogja, tidak nemu yang jual teh Tong Tji premium (yang biasa jg tidak nemu) bahkan di supermarket2 besar, jadi harus beli di Tegal…

        Mas Bambang, kayaknya dulu pernah review di Jalan sutra ya? kayaknya yang diblog pernah baca. sempat reply juga waktu ada yg bahas teh di JS

      • Mas Komo….
        wis ditunggu teh Tong Tji Premium :p

        Mas bambang,
        untuk citarasa orang Tegal, teh Tong Tji memang yang dicari karena pekatnya (kentalnya) dan ada rasa kelat & sepet.
        ini berbeda dengan tipikal masyarakat solo/jogja yang lebih suka aroma wangi dan manis. Sering terdengar celoteh temen2 Tegal pas di Jogja/solo kalau minum teh seperti minum sirup….. manis dan wangi, tapi kurang kental dan sepet.
        kalau yang kurang suka sepet dan kental, bisa diberi air lebih banyak…
        ibuku kalau buat teh cukup 1/2 bungkus untuk 4-5 gelas, ibuku yang orang Pekalongan lebih suka manis. Dengan 1/2 bungkus itu, sepet dan manisnya masih didapat….

  8. Jenis-jenis teh nya apa aja?
    teh hitam-hijau-oloong ki ditentukan pcuk, batang apa jenis pohon teh nya, apa penanamannya?

    dulu pas di Batam yang laris Teh Prendjak kayaknya buatan (Tegal?) tapi kok gak dijual di jawa yah.

    Oolong tea..taunya waktu di Bangkok, waktu cari teh di supermarket JUSCO, ada teh kok namanya OOLONG..enasaran…tak beli…sampai di rumah kecewa, soale tanpa gula…gur pahit… wah gur pait we larang…wis ra arep tuku meneh…sejak itu dadi reti oolong tea = teh pahit…hehehe

    • Tato,
      Menurut cara pembuatannya dikelompokkan kedalam empat jenis yakni teh hitam, teh oolong, teh hijau, dan teh putih. .
      – Teh putih : Bahan baku pembuatan teh putih ini diambil dari pucuk yang masih kuncup saja, dan mengalami sedikit proses tanpa oksidasi. Bahan bakunya diambil tidak sembarangan, harus pada saat tanaman teh tidak basah.
      – Teh hijau: Bahan baku teh ini terdiri dari pucuk yang masih kuncup dan daun muda. Biasanya pembuatannya diawali dengan pelayuan pucuk dengan menggunakan uap (Steaming) baru kemudian di giling dan dikeringkan sambil dilakukan proses pembentukan teh kering. Teh ini mengalami sedikit oksidasi.
      Teh oolong berkedudukan di antara teh hitam dan teh hijau.
      – Teh Oolong : Teh ini merupakan jenis teh yang banyak disajikan di restoran tionghoa. Teh oolong hanya difermentasi sekitar 20 – 70 persen. Oleh karena itu, teh oolong punya sedikit karakteristik dari teh hitam dan teh hijau.
      – Teh hitam: Teh hitam adalah varietas teh yang lebih teroksidasi daripada oolong, hijau, dan putih. Teh hitam umumnya lebih kuat dalam rasa dan mengandung lebih banyak kafein daripada teh yang kurang teroksidasi.

      Mengenai teh Prendjak, ini merupakan teh dengan aroma bunga mawar, berbeda dari teh Tegal yang biasanya aroma melati. Produsen teh Prendjak ini adalah PT Panca Rasa Pratama yang beralamat di Jalan DI Panjaitan, Tanjungpinang. Jadi wajar kalau teh ini banyak ditemukan di Batam dan sekitar Kepulauan Riau dan Riau [termasuk Pekanbaru].

      Tentang teh Oolong yang menurutmu pahit, teh oolong yang diseduh dengan baik memang memiliki rasa yang pahit, namun meninggalkan rasa sedikit manis setelah diminum. Di Indonesia ada teh Oolong yang di produksi oleh Teh 63, sedangkan teh Oolong dari Kepahiang Bengkulu [PT Trisula Ulung Mega Surya] dikemas di Taiwan oleh Oriental Golden Trading Co Ltd.

      • Tambahan dari Saya, Teh Oolong adalah teh yang dalam proses produksi mengalami semi fermentasi, tergantung prosentasenya. Kalau fermentasinya banyak yang mendekati hitam, warnanya juga mirip dengan teh hitam. Aromanya smokey dan rasanya memang sedikit pahit.
        Kalau prosentasenya sedikit, dia mendekati green tea. Warnanya teh keringnya hijau jamrud, seduhannya kuning keemasan. Soal pahit atau tidak tergantung takaran dan lama seduh. Kalau penyeduhannya benar, dan kualitasnya baik, teh Oolong beraroma bunga dan rasanya manis (tergantung jenisnya). Yang paling saya suka adalh Ti Kuan Yin, aromanya Anggrek dan rasanya manis.

      • Mo, Oolong bengkulu yang saya maksuda memang dari Kepahiang. Teh ini hanya dijual ke Taiwan. Beruntung milist pecinta teh diberi kesempatan untuk membelinya walau dalam jumlah sedikit. Itu sebabnya harganya cukup mahal

  9. Kalau Teh BENDERA itu di tanam di mana yah?
    kok wangi ya?…kualitasnya bagaimana? kan teh bubuk kayaknya bagian yg paling tidak berkualitas to?…tapi enak baget…saya suka banget teh bubuk bendera, di rumah sampai ada beberapa merk teh soale kesukaannya penghuni rumah berbeda-beda :D

    • Tato,
      kalau tidak salah Teh Bendera itu dibuat dari teh yang ditanam Pabrik PTPN VI di Kayu Aro. Mengenai kualitasnya, kayaknya itu kualitas nomer 16 yang dihasilkan oleh pabrik teh tersebut.
      Kayu Aro, adalah pabrik teh terbesar di dunia. Aset ini dinasionalisasi dari perusahaan Belanda pada tahun 1959 atau setelah beroperasi sekitar 25 tahun. Pabrik pengolahan bubuk teh tertua di Indonesia ini dibangun tahun 1932 dengan kapasitas produksi 90 ton pucuk teh per hari, dan kapasitas terpasang 100 ton.
      Produk mereka yang terbagus diekspor ke luar negeri karena di Indonesia belum punya merek teh yang bagus, sehingga pembeli masih dari Eropa dan Timur Tengah.

  10. Wah aku kok bisa nambah koment yo

  11. test

  12. wahhh saya juga diinvite mas bambang,,kayake dunia teh itu lebih menarik dari dunia engineering :D

    ni dari kemaren uda terbanyang2 pengen minum teh2 yang uda diceritain diatas…:D

    kalo untuk yang tersedia di supermarket ada rekomendasi ga mas bambang?
    misal :
    1. teh A
    2. teh B
    3. teh C de el el..

    trus biar bikin teh nya enak n mantab itu trik2 sederhananya gimana?soalnya dikost cuma ada dispenser dan gelas seadanya..
    oia apakah gelas itu juga berpengaruh untuk rasa teh Mas? misal pake mug dari keramik , ma mug plastik ato dengan yang laen…(ths)

    • Tri, ini ada larangan dan anjuran ketika menyiapkan teh
      Larangan
      1. Jangan menambahkan susu dan jeruk peras ke dalam teh secara bersamaan karena jeruk akan membuat susu menggumpal.
      2. Setelah lewat 3-4 jam, jangan gunakan kembali teh celup bekas untuk membuat secangkir teh yang baru. Membiarkan teh celup yang sudah digunakan di udara terbuka akan menyebabkan reaksi kimia pada teh tadi bisa menurunkan kualitasnya. Pemakaian kembali teh celup yang sudah digunakan selama berjam-jam sebelumnya juga akan membahayakan kesehatan.
      3. Jangan merendam kantung teh celup terlalu lama. Lain halnya bila Anda memang menginginkan secangkir teh yang amat pekat dan terasa agak pahit. Yang pasti, para tamu acara minum teh kemungkinan besar tak menyukai teh seperti ini.
      4. Untuk menyeduh teh, jangan gunakan air keran. Pertimbangannya, air yang diambil langsung dari keran umumnya mengandung mineral yang tergolong keras, seperti kalsium, klorin, dan zat lain. Selain akan merusak cita rasa teh, kandungan mineral tadi juga berdampak buruk bagi kesehatan. Sebaiknya, gunakan air kemasan bila di rumah tak terpasang alat khusus untuk menyaring air agar siap diminum.
      5. Jangan pernah menambahkan krim apa pun ke dalam secangkir teh. Krim hanya cocok untuk kopi, bukan teh.
      6. Jangan menambahkan susu ke dalam teh jenis Earl Grey karena justru akan membuatnya terasa pahit.
      7. Untuk jenis-jenis teh berikut: Royal Blend, Rose Pouchong, Prince of Wales, dan Irish Breakfast, tambahkan sedikit susu ke dalam cangkir sebelum menuangkan teh, bukan sesudahnya. Jika menambahkan susu setelah menuangkan air untuk menyeduh semua teh jenis tadi, teh akan terasa pahit dan tak memiliki cita rasa istimewa. Sayang, kan?

      Anjuran
      1. Saat menyiapkan teh, ikuti selalu petunjuk pembuatan yang umumnya tercantum pada kemasan.
      2. Perhatikan pula lamanya waktu menyeduh teh. Keterangan mengenai ini umumnya tertera pada kemasan.
      3. Jeruk peras boleh-boleh saja ditambahkan ke dalam teh hitam atau Earl Grey.
      4. Selalu gunakan air kemasan atau setidaknya air siap minum saat menyeduh teh.
      5. Bersihkan poci teh menggunakan air mendidih. Cara ini diyakini mampu menyingkirkan aroma kurang sedap yang tertinggal dari penyajian teh sebelumnya, sekaligus membunuh bakteri yang mungkin bercokol di situ.
      6. Air yang akan digunakan untuk menyeduh teh sebaiknya benar-benar mendidih dan bukan cuma hangat. Kecuali jika berniat menyajikan teh hijau yang memang dianjurkan untuk menggunakan air hangat.
      Sumber: Yang Boleh dan Tidak Saat Minum Teh

  13. sangat layak untuk di kunjungi dan dinikmati…..g banyak komen…yg pasti jempol dua tangan patut diacungkan untuk tambi……

  14. Bener…teh tambi memang lain drpd yg lain(high land tea)…alhamdulillah sy & kawan2 sdh pernah kesana,…agrowisata kebun teh tambi memang OK dan layak untuk dikunjungi..mau lagi deh…hehe.

  15. saya biasa menggunakan teh prenjak ……….bagaimanakah cara mencari teh prenjak
    apakah dapat di ganti dengan tambi yang teh hitamnya
    jauh tidak ya rasanya

  16. mo ngucapin trima kasih bwt semuanya….
    bimbingan dan kerjasamanya saat saya PKL

  17. Pak info soal penginapannya plus harganya dong kalo masih ingat? di webnya cuman ada yg guest house, kl yg model kamar2 gitu ada kan?

  18. buat saya= teh tong ji, dg jae & gula batu.. tp airnya dr jogja.. mantap.. (air di lampung kurang nikmat!!)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com. | The Pool Theme.
Entries and comments feeds.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: