Memburu Bibit Salak Madu
June 22, 2008 at 2:51 pm | In Kebonku, Tarian Jemari | 9 CommentsTags: Balerante, Bibit Salak Madu, Kelor, Salak Madu, Salak Pondoh, Sleman, Turi
Tanggal 10 Juni 2008, saya sekeluarga bersama dengan keluarga sepupu pergi ke Balerante untuk mencari bibit salak madu. Berbekal petunjuk dari Pak Dhe Syaean yang dulu menjadi guru di Balerante, kami menuju ke rumah salah satu petani salak madu. Kebetulan pula, rumah petani itu tidak begitu jauh dari toko besi dan mebel milik Bu Dhe Hartinah di Balerante.
Jam lima saya berangkat dari rumah, naik motor dengan Afa dan Ibunya, menjemput Mas Eko sekeluarga di Kelor. Dari Kelor, naik mobil Mas Eko menuju ke Balerante. Jam setengah enaman sampai di Balerante, mobil diparkir di depan toko Budhe Har, dan kami jalan kaki ke rumah petani salak madu.
Sayangnya, sang petani tidak ada di rumah, hanya bertemu dengan tetangga dan Bapaknya. Kami ngobrol kesana kemari sambil nunggu sang petani salak madu, dan sempat mengambil gambar dari pohon induk yang menjadi cikal bakal pohon salak madu yang beredar di kelompok tani salak madu balerante.
Setelah menunggu beberapa lama, akhirnya sang petani salak madu datang juga. Dan kami menyampaikan keinginan kami, mencari bibit salak madu. Awalnya terasa bakal sulit untuk mendapatkan bibit salak ini, karena bibit salak madu hanya beredar di kalangan petani yang menjadi anggot a kelompok tani dan tidak ada stok bibit. Namun setelah mengetahui kalau Mas Eko merupakan anak dari Pak Dhe Syaean, akhirnya pembicaraan menjadi lancar, kami bisa membeli bibit salak madu dengan harga yang reasonable dan besok sorenya tanamn dah bisa diambil. Padahal sebelumnya dikatakan kalau bibit baru ada akhir Juli, itupun belum tentu dapat. Akhirnya kami pesan selusin bibit salak madu dengan membayar separuh harga untuk uang muka, dan akan kami ambil besok sorenya.
Tanggal 11 Juni, sehabis maghrib saya mengambil bibit salak madu, dan melunasi kekurangannya. Bibit kemudian kami bawa ke rumah, di adaptasikan dulu dan kelak kalau sudah stabil akan di tanam di kebun. Rencananya, bibit-bibit ini akan kami jadi indukan untuk menghasilkan bibit lagi, dan kelak kalau punya lahan akan kami tanami dengan salak madu.
Salak madu, memiliki cita rasa yang lebih enak dan memiliki harga yang lebih baik dari salak pondoh dan salak gading. Karena itu, salak madu bisa menjadi harapan petani untuk dikebunkan.
Salak madu memiliki ciri kulit dengan sisik yang tersusun teratur membentuk garis lurus dari bagian bawah buah ke ujung pada salah satu sisinya. Sedangkan keunggulan salak madu adalah apabila daging buah dipencet dengan jari akan keluar cairan seperti madu. Ada dua jenis salak madu yang saat ini sudah dikembangkan, yaiti salak madu balerante dan salak madu sukomartani.
Mudah-mudahan, bibit salak madu yang kami miliki dapat tumbuh dan berkembang dengan baik, dan suatu saat kami memiliki kebun salak madu. [kom]
9 Comments »
RSS feed for comments on this post. TrackBack URI
Leave a comment
Blog at WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.
Melihat Pohon Induk
Pohon Induk Salak Madu
Salak Var Madu
Bibit Salak Madu










mas komo, mau dong jadi petani salak madu…
(kraton ijo…adenium and salak nursery…wakkkaka)
bagi bibitnya yach kalo udah berhasil di kembangkan
Comment by herdyah — June 23, 2008 #
mas, bedane salak madu karo salak super kie opo? emg salak madu luweh enak drpd salak super sing jarene luweh gede, luweh legi drp salah pondoh? siji meneh, kelebihan – kekurangan salak madu kie opo mas?
-salam-
Comment by thevaj — June 23, 2008 #
Salak madu memiliki ciri kulit dengan sisik yang tersusun teratur membentuk garis lurus dari bagian bawah buah ke ujung pada salah satu sisinya, sedangkan salak pondoh dan gading memilii kulit buah dengan sisik yang tersusun teratur seperti susunan genteng.
Salak madu memang lebih enak dari salak pondoh super, apabila daging buah dipencet dengan jari akan keluar cairan seperti madu, cairan ini tidak dijumpai pada salak pondoh dan salak gading.
Kelebihan salak madu, disamping rasanya yang juicy, harganya relatif lebih mahal dan populasinya masih sedikit. Kekurangannya, market untuk salak madu belum terbentuk seperti salak pondoh.
Comment by sulastama — June 23, 2008 #
Di dusun Gondanglegi beberapa penduduk mulai memproduksi jenang salak. Semacam dodol, rasanya manis sedikit asam. Segar dan sedap. Ada satu kendalanya, jenang ini paling enak kalau dibuat dari salak yang ‘non pondoh’. Saat ini sudah sangat sedikit petani yang menanam salak biasa, sehingga seandainya dodol salak ini berkembang dan menjadi ciri khas oleh-oleh dari Pakem/ Sleman akan terjadi kelangkaan bahan baku. Pelajaran untuk kita: diversifikasi jenis salak perlu dipertahankan.
Comment by Bambang — June 26, 2008 #
Aku tertarik menanam salak madu. Sekarang harga bibit satu batang berapa?
Comment by andreas th. — July 15, 2008 #
mudah2an berhasil ya dalam memburu salak madu, dan bisa dikembangkan. saya tertarik dengan salak madunya, tapi balerante itu dimana ya mas, di jogya atau dimana, soalnya penjelasannya cuma balerante aja
Comment by tebu — June 2, 2009 #
Saya di Sabah, Malaysia… di sini suda ada dikatakan salak madu ditanam dan dijual dipasaran kecil. antara ciri-ciri (karekternya) kulitnya berwarna kehijauan tapi sudah matang atau masak. apakah benar itu dikatakan spesisnya salak madu?
Terima kasih penjelasannya.
Comment by ibrahim — June 8, 2009 #
[...] Referensi Salak Madu: 1. Keputusan Menteri Pertanian Tentang Pelepasan Salak Madu Sebagai Varietas Unggul 2. Si Manis Madu dari Sleman 3. Memburu Bibit Salak Madu [...]
Pingback by Mencecap Manisnya Salak Madu « — September 29, 2009 #
[...] Pertanian Tentang Pelepasan Salak Madu Sebagai Varietas Unggul 2. Si Manis Madu dari Sleman 3. Memburu Bibit Salak Madu Posted in SALAK MADU. Tags: Balerante, Jogja, Salak, Salak Gading, SALAK MADU, Salak Pondoh, [...]
Pingback by Mencecap Manisnya Salak Madu « Kuliner Online — September 29, 2009 #